IFA.id -- Pemerintah Provinsi Jawa Timur menutup sementara jalur Pacet–Cangar selama satu bulan pasca longsor yang menewaskan 10 orang pada Kamis (3/4/25).
Penutupan dilakukan untuk memungkinkan pembangunan penahan tanah guna mencegah longsor susulan.
Kepala Dinas PU Bina Marga Jatim, Edy Tambeng, menyatakan bahwa pembersihan material longsor dan penguatan lereng masih berlangsung.
Baca Juga: Pemprov Jatim Klarifikasi Dugaan Penggunaan Mobil Dinas untuk Mudik
Selain itu, lokasi longsor masih berstatus zona merah karena tanah jenis regosol yang rawan longsor.
Pembukaan kembali jalur akan dikoordinasikan dengan BPBD Jatim setelah kondisi tanah stabil.
Pemprov Jatim melalui Dinas Kehutanan juga menutup empat objek wisata di kawasan Tahura Raden Soerjo sejak 3 April, termasuk Pemandian Air Panas Cangar dan Coban Watu Ondo, hingga situasi dinyatakan aman.
Baca Juga: Dua Kecelakaan Kereta Api dalam Sehari di Gresik, KAI Daop 8 Surabaya Beri Tanggapan Tegas
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menjelaskan bahwa longsor dipicu oleh tersumbatnya aliran sungai akibat material yang terbawa arus, menyebabkan air meluap dan menggerus tebing.
Masyarakat diimbau untuk menghindari area terdampak dan mematuhi arahan petugas demi keselamatan bersama. Pemerintah berkomitmen menyelesaikan penanganan bencana ini secepat mungkin.