IFA.id -- Pemerintah Indonesia tengah menyusun langkah strategis untuk mengantisipasi potensi kebijakan tarif resiprokal dari Amerika Serikat, khususnya di sektor energi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa upaya utama yang akan dilakukan adalah optimalisasi produksi minyak dan gas (lifting) serta percepatan hilirisasi industri energi.
Dalam keterangannya pada Selasa (9/4/2025), Bahlil menyatakan pentingnya meningkatkan produksi migas nasional sebagai langkah awal menghadapi tantangan perdagangan global.
Ia menekankan bahwa optimalisasi lifting migas menjadi prioritas dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Baca Juga: Indonesia dan UEA Perkuat Kerja Sama, Kembangkan Dua PLTS Terapung
Arahan Presiden Prabowo Subianto turut mendukung langkah ini, dengan menekankan pentingnya kemandirian ekonomi melalui pemanfaatan sumber daya alam domestik.
Hilirisasi industri dianggap sebagai solusi strategis untuk meningkatkan nilai tambah dan mengurangi ketergantungan pada produk impor.
Bahlil juga melihat ketegangan perdagangan internasional sebagai momentum untuk memperkuat struktur ekonomi dalam negeri.
Baca Juga: Toyota Percepat Langkah di Tengah Tren Mobil Listrik
Ia mengajak semua pihak untuk memanfaatkan situasi ini sebagai peluang introspeksi dan melakukan terobosan dalam menciptakan nilai tambah melalui hilirisasi industri.
Lebih lanjut, Bahlil menekankan perlunya langkah strategis dan komprehensif guna memperkuat pertumbuhan sektor energi yang berkelanjutan serta berorientasi ekspor.
Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa di balik setiap tantangan, selalu terdapat peluang untuk melakukan perbaikan dan inovasi demi kemajuan ekonomi nasional.
Artikel Terkait
Tiga Santri Ponpes Amanatul Ummah Hilang Terseret Ombak di Pantai Balekambang Malang
Sri Mulyani Pastikan Defisit APBN 2025 Terkendali Sesuai Target
PDIP Peringatkan Presiden Prabowo tentang Potensi PHK Akibat Kebijakan Tarif Baru AS
Toyota Percepat Langkah di Tengah Tren Mobil Listrik
Indonesia dan UEA Perkuat Kerja Sama, Kembangkan Dua PLTS Terapung