IFA.id – Bayangkan: hanya dengan satu klik di ponsel, seseorang bisa mewakafkan sebagian hartanya untuk membangun sumur air di Lombok, mendukung beasiswa di Gaza, atau membiayai pesantren di pedalaman Kalimantan.
Itu bukan lagi mimpi.
Itulah wakaf digital — transformasi ibadah sosial klasik yang kini hidup di dunia serba digital.
IFA.id menulis, wakaf bukan lagi sebatas sebidang tanah atau masjid di sudut kota, tapi sistem abadi yang menembus batas ruang dan waktu melalui teknologi.
Konsep wakaf telah dikenal sejak zaman Rasulullah SAW. Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan:
“Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”
Baca Juga: Bagaimana Meteor Membantu Memperkuat Keimanan: Kisah dan Refleksi
Wakaf adalah bentuk sedekah jariyah — amal yang terus mengalir meski pelakunya telah tiada.
Namun, di era digital, praktik wakaf tak lagi terbatas pada tanah atau bangunan fisik. Kini, ia menjelma menjadi wakaf produktif digital, di mana setiap rupiah bisa berputar, menghasilkan manfaat sosial yang berkelanjutan.
“Dulu orang mewakafkan sebidang tanah, sekarang bisa mewakafkan saldo e-wallet,” ujar Dr. Hasan Fahri, pakar keuangan syariah dari UIN Jakarta.
Data dari Badan Wakaf Indonesia (BWI) menunjukkan bahwa nilai wakaf uang digital meningkat pesat hingga mencapai Rp 1,7 triliun pada 2024, naik hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya.
Lonjakan ini didorong oleh munculnya berbagai platform seperti Wakaf LinkAja, BWI Digital Wakaf, Dompet Dhuafa Digital, hingga GoWakaf.
Baca Juga: Sikap Seorang Muslim ketika Menyaksikan Meteor Jatuh
“Wakaf digital menghapus sekat antara muwakif (pemberi wakaf) dan nadzir (pengelola wakaf),” kata Dr. Nur Aini, Kepala Divisi Digitalisasi BWI.
“Dengan sistem daring, semua transparan dan akuntabel. Donatur bisa memantau langsung perkembangan proyek wakafnya.”
Salah satu terobosan paling menarik dalam sistem wakaf modern adalah penggunaan teknologi blockchain — sistem pencatatan yang tidak bisa diubah atau dimanipulasi.
Melalui blockchain, setiap transaksi wakaf terekam secara permanen di jaringan publik. Muwakif dapat melihat kemana uangnya disalurkan dan bagaimana hasilnya digunakan.
Baca Juga: Makna Spiritual di Balik Meteor yang Terlihat di Malam Hari
Artikel Terkait
Keutamaan Qunut Subuh: Cahaya Pagi yang Terlupakan
Dalil dan Perselisihan Ulama tentang Qunut Subuh
Makna Mendalam dari Doa Qunut Subuh yang Sering Terlewatkan
Bagaimana Cara Membaca Qunut Subuh dengan Khusyuk dan Penuh Makna
Rohani dan Manfaat Doa Qunut di Awal Hari