Jumat, 17 Juli 2026

Wakaf Digital: Menghidupkan Amal Jariyah di Dunia Maya

- Kamis, 9 Oktober 2025 | 16:28 WIB
buaatlah ilustrasi Wakaf Digital: Menghidupkan Amal Jariyah di Dunia Maya dengan format landscape (Foto/Ilustrasi)
buaatlah ilustrasi Wakaf Digital: Menghidupkan Amal Jariyah di Dunia Maya dengan format landscape (Foto/Ilustrasi)

Contohnya, startup WaqfChain yang lahir dari kolaborasi kampus ITB dan lembaga keuangan syariah, telah mengembangkan sistem smart contract untuk menyalurkan wakaf secara otomatis setelah syarat tertentu terpenuhi.

“Teknologi ini menjamin bahwa niat baik tidak berhenti di tangan manusia,” ujar Rafi Hidayat, CEO WaqfChain.
“Setiap donasi terekam abadi dan bisa diverifikasi kapan saja.”

Wakaf kini tak hanya membangun masjid, tapi juga membiayai sekolah, rumah sakit, dan bisnis sosial.

Baca Juga: Kecelakaan Astronomi atau Peringatan Ilahi? Perspektif Islam tentang Fenomena Meteor
Melalui konsep wakaf produktif, dana yang diwakafkan diinvestasikan secara halal, lalu hasil keuntungannya disalurkan untuk kemaslahatan umat.

Contohnya, Program Wakaf Sawah Produktif yang dikelola Dompet Dhuafa berhasil mengubah 250 hektare lahan tidur menjadi lahan pertanian aktif yang memberdayakan 400 keluarga petani.

“Wakaf bukan hanya memberi, tapi menciptakan,” ujar Hj. Lutfiah Siregar, pengelola program.
“Kami tak sekadar menyalurkan uang, tapi menyalurkan keberlanjutan.”

Menariknya, sebagian besar muwakif baru kini berasal dari kalangan milenial dan Gen Z.
Bagi mereka, berwakaf bukan lagi urusan orang kaya atau tua. Cukup Rp 10.000 lewat aplikasi, sudah bisa ikut membangun proyek wakaf nasional.

“Anak muda kini lebih sadar bahwa keberkahan bisa dimulai dari hal kecil,” kata Ustadzah Rania Hanifah, penggiat komunitas Wakaf Muda Digital.

Baca Juga: Tanda dari Langit: Apa Kata Ulama tentang Meteor yang Jatuh
“Dulu mereka hanya berdonasi. Sekarang mereka belajar menjadi bagian dari sistem wakaf yang menghasilkan.”

Laporan Wakaf Impact 2025 mencatat, dana wakaf digital telah membantu pembangunan 57 rumah sakit Islam, 123 sekolah, dan 300 proyek air bersih di Indonesia.
Selain itu, sebagian besar program juga difokuskan pada sustainability — seperti energi surya untuk pesantren dan pelatihan digital untuk anak yatim.

“Saya pernah berpikir, apa gunanya wakaf kecil? Tapi ketika lihat laporan dampaknya, saya tahu, tak ada amal kecil di sisi Allah,” kata Imam Syahid, pengguna GoWakaf sejak 2023.

Meski potensinya besar, wakaf digital juga menghadapi tantangan serius: keamanan data, regulasi, dan literasi masyarakat.
“Masih banyak yang belum tahu apa itu wakaf uang. Bahkan ada yang mengira ini semacam investasi pribadi,” ujar Dr. Rahmat Fauzi, anggota Dewan Syariah Nasional MUI.

Baca Juga: Asal Usul dan Penjelasan Meteor dalam Al-Qur’an dan Hadis

Untuk itu, MUI kini memperkuat fatwa terkait transaksi wakaf elektronik, serta mendorong sertifikasi bagi platform digital agar sesuai syariah.
Pemerintah juga mulai menyiapkan National Waqf Data Center agar semua lembaga wakaf terintegrasi dan terpantau.

Wakaf digital tak berhenti di aplikasi.
Beberapa lembaga kini mulai merancang wakaf berbasis metaverse, di mana pengguna bisa “mengunjungi” masjid wakaf atau sekolah digital dalam dunia virtual.
Proyek Metawaqf.id, misalnya, memungkinkan donatur melihat proyek wakaf 3D secara real-time.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ekonomi Syariah 5.0: Revolusi Halal di Era Digital

Kamis, 9 Oktober 2025 | 11:34 WIB

Terpopuler

X