IFA.id -- Dalam satu hari, dua insiden kecelakaan kereta api terjadi di Gresik, Jawa Timur. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 8 Surabaya menyatakan keprihatinannya atas kejadian tersebut dan menegaskan komitmennya untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang.
Kecelakaan pertama melibatkan truk yang menerobos perlintasan tanpa penjaga, mengakibatkan tabrakan dengan KA Commuter Line.
Akibatnya, asisten masinis Abdillah Ramdan meninggal dunia. KAI berencana menuntut pengemudi truk secara hukum.
Baca Juga: Bank Mega Umumkan Jadwal Pembayaran Dividen Tunai Rp1,05 Triliun
Insiden kedua terjadi ketika mobil Isuzu Panther bertabrakan frontal dengan bus PO Rajawali Indah di Jalan Raya Duduksampeyan, Gresik. Tujuh penumpang mobil tewas di tempat.
Menanggapi dua kecelakaan tersebut, KAI Daop 8 Surabaya menyesalkan kejadian yang merenggut korban jiwa.
Mereka menegaskan pentingnya kepatuhan pengguna jalan terhadap rambu-rambu di perlintasan kereta api untuk mencegah insiden serupa.
Sebagai langkah preventif, KAI bersama instansi terkait menutup perlintasan sebidang di lokasi kecelakaan dengan memasang patok dan membongkar jalan aspal serta cor.
Baca Juga: Bank Mandiri Perkuat Strategi Likuiditas Valas di Tengah Pelemahan Rupiah
Hal ini dilakukan untuk meningkatkan keselamatan dan mencegah pelanggaran di perlintasan tanpa penjaga.
KAI Daop 8 Surabaya mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan mematuhi aturan saat melintasi perlintasan kereta api.
Mereka juga menekankan bahwa keselamatan bersama adalah tanggung jawab semua pihak.
Artikel Terkait
Toyota Percepat Langkah di Tengah Tren Mobil Listrik
Indonesia dan UEA Perkuat Kerja Sama, Kembangkan Dua PLTS Terapung
Pemerintah Siapkan Strategi Hadapi Tarif Dagang AS dengan Tingkatkan Produksi Migas dan Hilirisasi Energi
Bank Mandiri Perkuat Strategi Likuiditas Valas di Tengah Pelemahan Rupiah
Bank Mega Umumkan Jadwal Pembayaran Dividen Tunai Rp1,05 Triliun