IFA.id -- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melontarkan wacana pengiriman siswa laki-laki yang berperilaku gemulai ke barak militer untuk mengikuti program pembinaan karakter.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons terhadap fenomena meningkatnya perilaku yang dinilai menyimpang dari norma maskulinitas di kalangan pelajar.
Menurut Dedi, perilaku gemulai pada siswa laki-laki dianggap sebagai bentuk penyimpangan karakter yang perlu diarahkan melalui pendekatan yang lebih tegas.
Baca Juga: IIF Catat Laba Bersih Rp122,51 Miliar pada 2024, Tumbuh 17,63%
Ia menegaskan bahwa pengiriman ke barak militer bukanlah bentuk hukuman, melainkan bagian dari upaya pembinaan mental dan fisik agar para siswa tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, tangguh, dan bertanggung jawab.
"Ini bukan bentuk kekerasan. Kami ingin anak-anak dibina agar kembali pada karakter yang sesuai.
Di barak, mereka akan dilatih bangun pagi, olahraga, dan belajar hidup tertib," ujar Dedi dalam keterangannya.
Baca Juga: Batam Seafood, Kuliner Peranakan yang Perlu Dilestarikan
Lebih lanjut, Dedi menyebutkan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi dengan institusi pendidikan dan aparat militer untuk merancang sistem pembinaan yang tepat.
Ia menekankan pentingnya intervensi sejak dini agar nilai-nilai dasar tentang tanggung jawab dan peran sosial dapat tertanam kuat pada generasi muda.
Namun, wacana ini langsung menuai tanggapan dari berbagai kalangan. Sejumlah aktivis pendidikan dan pegiat hak anak menilai kebijakan tersebut berpotensi melanggar hak individu, terutama dalam hal ekspresi diri dan keragaman identitas gender.
Baca Juga: UPJ Gelar Humanis Festival 2025: Kolaborasi Inovatif Dunia Pendidikan dan Industri
Mereka khawatir pendekatan seperti itu justru memperkuat stigma dan diskriminasi terhadap anak-anak yang memiliki karakter berbeda.
Artikel Terkait
Parkir Sembarangan di Jalan Jenderal Sudirman Brebes Ganggu Ketertiban Lalu Lintas
Kawasan Kuliner Glodok Pancoran, Perpaduan Cita Rasa Nusantara dan Warisan Budaya Tionghoa di Jakarta Barat
Polisi Gerebek Pangkalan LPG di Batanghari, Pemilik Kedapatan Mengoplos Gas 3 kg ke 12 kg
Buruh Lampung Aksi di Tugu Adipura, Desak Pemerintah Hapus Sistem Kerja Kontrak
Lupa Matikan Kompor, Rumah Pengusaha Katering di Kulonprogo Hangus Terbakar