IFA.id -- Sebanyak 29 santri Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 5 Darul Qiyam di Magelang, Jawa Tengah, menjadi korban longsor yang terjadi pada Jumat (25/4/2025) sekitar pukul 10.30 WIB.
Peristiwa tersebut terjadi akibat longsornya tembok penampungan air di belakang Gedung Aligarh, yang terjadi ketika para santri sedang antre untuk mandi. Tembok yang ambrol langsung menimpa para santri, yang tengah berada di lokasi tersebut.
Akibatnya, empat santri meninggal dunia, yakni Rayfhan Hafiz (16), Wildan Syifaul Haq (15), Bima Arya Sanjaya (17), dan Muhammad Fadhil Hanafi (14).
Baca Juga: Polres Pamekasan Tawarkan Hadiah Rp10 Juta untuk Informasi Keberadaan Dua Bandar Narkoba DPO
Sementara itu, 25 santri lainnya mengalami luka-luka dan segera dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
Proses evakuasi berlangsung selama 13 jam, dimulai pada pukul 10.30 WIB dan berakhir pada pukul 23.30 WIB, melibatkan tim gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, dan relawan setempat.
Petugas melakukan pencarian dengan hati-hati untuk memastikan tidak ada korban tertinggal di bawah reruntuhan.
Setelah tembok tersebut longsor, sejumlah santri yang berhasil selamat melaporkan kejadian ini kepada pihak pengasuh pondok dan langsung dilakukan penanganan medis.
Baca Juga: Oknum Polisi di Bone Perkosa dan Aniaya Pacar Usia 15 Tahun, Terungkap Usai Korban Melapor
Pihak berwenang, termasuk BPBD Magelang, sedang menyelidiki penyebab longsornya tembok penampungan air tersebut.
Salah satu dugaan awal adalah dampak dari curah hujan yang tinggi beberapa hari sebelumnya, yang dapat memengaruhi stabilitas tanah di sekitar pondok.
Selain itu, pihak Pondok Modern Gontor juga berencana melakukan evaluasi terhadap struktur bangunan lain untuk memastikan keselamatan para santri ke depannya.
Insiden ini memicu keprihatinan luas di kalangan masyarakat dan mendesak pihak berwenang untuk memperhatikan keselamatan fasilitas pendidikan pesantren lebih serius.