IFA.id -- Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan siswa di MAN 1 dan SMP PGRI 1 Cianjur setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak.
Hingga kini, sebanyak 81 siswa telah dilarikan ke rumah sakit dengan gejala keracunan, mendorong Pemerintah Kabupaten Cianjur menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).
Ketua DPP Partai Perindo Bidang Koordinasi dan Sinergi, Gardian Muhammad, menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap penyedia makanan dalam program MBG.
Baca Juga: Partai Perindo Gelar Rakerwil di NTB, Bangun Kekuatan Menuju Pemilu 2029
Ia menyoroti pentingnya pengawasan kualitas yang ketat untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
"Meskipun penyebab pasti masih dalam penyelidikan, kualitas kontrol yang baik dan akurat sangat diperlukan karena ini menyangkut kesehatan banyak siswa," ujar Gardian di Jakarta, Rabu (23/4/2025).
Gardian juga menyoroti peran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam memastikan kualitas makanan yang didistribusikan.
Ia menekankan bahwa setiap SPPG harus memiliki posisi khusus untuk pengawasan kualitas makanan dan melibatkan ahli gizi sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN).
Baca Juga: Aiptu LC Anggota Polres Pacitan Dipecat Usai Terbukti Perkosa Tahanan Wanita
Sebagai langkah awal, Pemerintah Kabupaten Cianjur telah menghentikan sementara program MBG hingga penyelidikan tuntas.
Gardian berharap kejadian ini menjadi evaluasi bersama agar program dengan niat baik tidak berakhir dengan hasil yang merugikan.
"Kami berharap para siswa yang terdampak segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa," tambahnya.