IFA.id -- TSE Group bersama IPB University secara resmi meluncurkan kapal riset bernama Papua Lestari untuk mendukung eksplorasi dan konservasi keanekaragaman hayati di wilayah Papua.
Kapal ini dirancang khusus untuk melakukan penelitian ilmiah terhadap satwa endemik dan ekosistem khas perairan Papua seperti rawa, danau, dan sungai.
Peluncuran kapal Papua Lestari menjadi bentuk nyata kolaborasi antara sektor swasta dan akademisi dalam menjawab tantangan pelestarian lingkungan di Indonesia timur.
Baca Juga: Sekjen Garda Satu Dorong Dukungan Masyarakat NTT untuk Program Gubernur Melki Laka Lena
Direktur TSE Group, Luwy Leunufna, menjelaskan bahwa kapal tersebut akan menjadi fasilitas penelitian yang bergerak, menyusuri wilayah perairan Papua guna mengidentifikasi dan mendokumentasikan flora dan fauna langka, termasuk kura-kura moncong babi, ikan air tawar khas Papua, hingga ular endemik.
“Papua memiliki kekayaan hayati luar biasa yang belum sepenuhnya terpetakan. Lewat kapal ini, kita ingin mendukung riset berbasis data ilmiah untuk konservasi jangka panjang,” ujar Luwy, Senin (29/4).
Sementara itu, perwakilan IPB University menegaskan bahwa kehadiran Papua Lestari akan memperkuat misi universitas sebagai pusat riset lingkungan dan keberlanjutan.
Baca Juga: DPR Katakan Biaya Pensiun Dini PLTU Cirebon 1 dan Suralaya Bisa Mencapai Rp25 Triliun
Kolaborasi ini juga membuka peluang bagi mahasiswa dan peneliti untuk terjun langsung dalam studi lapangan yang bersifat multidisipliner, mulai dari ekologi, biologi konservasi, hingga perubahan iklim.
Kapal tersebut dilengkapi dengan fasilitas laboratorium mini, tempat tinggal peneliti, serta alat pemantau kualitas air dan suhu lingkungan.
Rencana penelitian juga akan melibatkan masyarakat lokal sebagai bagian dari pendekatan berbasis partisipasi.
Kegiatan riset perdana dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat, menyusuri kawasan Danau Sentani, Sungai Mamberamo, dan wilayah pesisir selatan Papua yang dikenal sebagai kantong keanekaragaman hayati tropis dunia.
Artikel Terkait
Longsor Tembok Kolam Air di Ponpes Gontor Magelang Tewaskan 4 Santri, 25 Lainnya Luka-luka
Perjalanan Karier dan Pendidikan Emil Dardak: Dari Wakil Bupati Trenggalek hingga Wakil Gubernur Jawa Timur
Abdul Rachman Thaha Minta BPK RI Lakukan Audit Investigatif atas Kerugian dan Kerusakan Lingkungan Akibat Banjir di Kota Palu
Polda Sumbar Gagalkan Peredaran 47 Kilogram Ganja, Empat Tersangka Ditangkap di Padang dan Padang Pariaman
Sekjen Garda Satu Dorong Dukungan Masyarakat NTT untuk Program Gubernur Melki Laka Lena