IFA.id -- Banjir yang melanda Kota Palu, Sulawesi Tengah, memicu keprihatinan mendalam dari Anggota DPD RI, Abdul Rachman Thaha.
Ia menilai bencana tersebut bukan hanya soal curah hujan tinggi, melainkan juga menunjukkan adanya kerusakan lingkungan serius akibat aktivitas manusia, seperti pertambangan dan alih fungsi lahan yang tidak terkendali.
Banjir membawa material lumpur yang masuk ke permukiman warga, menimbulkan kerusakan rumah, fasilitas umum, serta kerugian sosial dan ekonomi yang besar.
Melihat dampak yang terjadi, Abdul Rachman Thaha menegaskan pentingnya tindakan cepat dan tegas.
Ia mengkritik pemerintah daerah yang dinilainya kurang tegas dalam mengawasi dan menindak pelanggaran lingkungan oleh sektor industri, khususnya tambang.
Karena itu, Abdul berencana mengajukan permintaan resmi kepada Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) untuk melakukan audit investigatif terhadap kerugian dan kerusakan lingkungan di Kota Palu.
Audit ini menurutnya diperlukan agar ada data akurat terkait penyebab banjir dan untuk menentukan siapa pihak-pihak yang harus bertanggung jawab.
Baca Juga: Longsor Tembok Kolam Air di Ponpes Gontor Magelang Tewaskan 4 Santri, 25 Lainnya Luka-luka
Dengan hasil audit, langkah penegakan hukum maupun perbaikan kebijakan bisa dilakukan lebih efektif.
Selain itu, ia berharap audit ini bisa menjadi dasar bagi pemerintah pusat untuk lebih serius melakukan moratorium tambang di wilayah rawan bencana.
Abdul juga menekankan bahwa perlindungan lingkungan harus menjadi prioritas utama demi menghindari terulangnya bencana serupa di masa depan.
Artikel Terkait
Kepala Sekolah di Sukoharjo Diduga Lecehkan 20 Murid Laki-laki, Kasus Terbongkar Usai Salah Satu Korban Mengadu
Oknum Polisi di Bone Perkosa dan Aniaya Pacar Usia 15 Tahun, Terungkap Usai Korban Melapor
Polres Pamekasan Tawarkan Hadiah Rp10 Juta untuk Informasi Keberadaan Dua Bandar Narkoba DPO
Longsor Tembok Kolam Air di Ponpes Gontor Magelang Tewaskan 4 Santri, 25 Lainnya Luka-luka
Perjalanan Karier dan Pendidikan Emil Dardak: Dari Wakil Bupati Trenggalek hingga Wakil Gubernur Jawa Timur