IFA.id -- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menekankan pentingnya penataan terpadu kawasan Puncak, Bogor, guna mencegah banjir dari hulu ke hilir.
Beliau berencana mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menata ulang wilayah tersebut, menyusul banjir yang melanda Bogor, Bekasi, Karawang, serta merembet ke Jakarta dan Tangerang selama tiga hari terakhir.
Gubernur Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa banjir tersebut disinyalir terjadi karena kawasan Puncak mengalami penurunan fungsi sebagai area hulu yang menyerap air.
Beliau menyoroti perubahan tata ruang di Jawa Barat dan menyatakan komitmen untuk membongkar bangunan yang melanggar aturan.
Selain itu, Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan perlunya evaluasi terhadap keberadaan sarana rekreasi dan bangunan di kawasan Puncak yang diduga menjadi penyebab bencana.
Beliau menekankan pentingnya pengembalian fungsi kawasan Puncak sebagai kebun teh dan hutan untuk mencegah terjadinya bencana alam di masa mendatang.
Langkah-langkah penataan terpadu ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi ekologis kawasan Puncak dan mencegah bencana banjir yang merugikan masyarakat di wilayah hilir.
Artikel Terkait
Pemkab Gresik Alokasikan Rp795 Miliar untuk Tanggul dan Kolam Retensi, Solusi Atasi Banjir
Doa Mustajab untuk Mengatasi Rasa Sedih dan Depresi
Polemik Penggunaan GSG Arcamanik: Jemaat Gereja dan Warga Berebut Hak
Gubernur Khofifah Santuni 200 Anak Yatim di Mojokerto, Ajak Masyarakat Perbanyak Berbagi di Bulan Ramadan
BAZNAS Jatim Santuni 500 Anak Yatim dan Dhuafa di Kota Batu, Dorong Semangat Berbagi di Bulan Ramadan