IFA.id -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik telah merancang strategi komprehensif untuk mengatasi masalah banjir yang kerap melanda wilayahnya.
Dengan alokasi anggaran mencapai Rp795 miliar, upaya ini mencakup pembangunan tanggul dan kolam retensi sebagai solusi jangka panjang.
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, mengungkapkan bahwa pembangunan kolam retensi direncanakan untuk menampung air hujan maupun luapan sungai, sehingga dapat mencegah banjir di masa mendatang.
Baca Juga: Cara Islam Membantu Mengatasi Depresi Tanpa Obat
Kolam retensi ini akan dilengkapi dengan pintu air yang dapat dibuka ketika ketinggian air mendekati batas tanggul, memungkinkan air mengalir ke kolam retensi.
Pemkab Gresik telah memetakan titik elevasi terendah untuk pembangunan kolam retensi, dengan masing-masing kolam direncanakan memiliki luas lahan sekitar 5 hektare.
Beberapa lahan milik pemerintah kabupaten telah diidentifikasi sebagai lokasi potensial untuk pembangunan kolam retensi di kecamatan yang sering mengalami banjir.
Baca Juga: Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia: Dari Awal Masuk hingga Masa Wali Songo
Selain itu, Pemkab Gresik juga mempercepat penanganan banjir dengan merencanakan pembangunan kolam retensi kedua di Kecamatan Balongpanggang.
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir secara signifikan di wilayah terdampak Kali Lamong.
Upaya ini menunjukkan komitmen Pemkab Gresik dalam mengatasi permasalahan banjir melalui pembangunan infrastruktur yang tepat dan terencana.
Artikel Terkait
Depresi dalam Pandangan Islam: Penyebab dan Solusinya
Pihak yang Berperan dalam Proses Penyebaran Agama Islam di Indonesia
Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia: Dari Awal Masuk hingga Masa Wali Songo
Cara Islam Membantu Mengatasi Depresi Tanpa Obat
Merasa Puasa Kurang Bermakna? Temukan Solusinya dengan Jadwal Ibadah yang Terbukti Ampuh oleh Banyak Orang!