Kamis, 4 Juni 2026

Cerita Awal Pak Tarno Terserang Stroke, Trauma Diajak ke Hutan Malam Hari

photo author
- Jumat, 10 Januari 2025 | 14:10 WIB
Pak Tarno enggan pulang ke rumah Sariah (Foto: Gorajuara/ Tangkap layar YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo)
Pak Tarno enggan pulang ke rumah Sariah (Foto: Gorajuara/ Tangkap layar YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo)

IFA.id -- Pesulap legendaris Pak Tarno, yang dikenal dengan jargon khasnya "Jadi Apa Prok Prok Prok," kini tengah menghadapi ujian berat dalam hidupnya akibat penyakit stroke.

Dalam sebuah podcast yang dipandu oleh Denny Sumargo, Pak Tarno, ditemani istri mudanya, Dewi, membagikan cerita awal mula dirinya terkena stroke.

Dewi menjelaskan bahwa stroke yang dialami Pak Tarno bermula dari kejadian yang membuatnya sangat ketakutan. Suatu hari, Pak Tarno mendapatkan job pertunjukan di wilayah Cirebon.

Namun, dalam perjalanan menuju lokasi, ia dan sopirnya tersesat di sebuah hutan jati di daerah pegunungan.

Pak Tarno, yang saat itu tertidur, terbangun dan merasa panik ketika mendapati dirinya berada di tengah hutan pada malam hari. Ia ketakutan karena jalan yang dilewati sangat sepi dan mengkhawatirkan adanya begal. Kondisi ini membuat tubuhnya gemetar hebat.

Baca Juga: Berani Nikahin Bule Tajir Chelsey Frank, Ini Sumber Kekayaan Randy Pangalila

Ketakutan tersebut semakin parah saat perjalanan pulang dari Cirebon. Pak Tarno dan sopirnya kembali tersesat di hutan.

Meski ia tetap tampil di acara sulap pada keesokan paginya, tubuhnya masih terus gemetar hingga akhirnya tiba di Jakarta. Kondisinya semakin memburuk, hingga ia akhirnya dilarikan ke rumah sakit.

Sayangnya, Pak Tarno menolak untuk meminum obat yang diberikan dokter. Akibatnya, pada keesokan harinya, ia kehilangan kemampuan untuk berjalan dan tubuhnya menjadi sangat lemas.

Ia dibawa ke rumah sakit, tapi obatnya tidak diminum. Besok paginya Pak Tarno sudah nggak bisa jalan.

Baca Juga: Dulu Menyimpan Kemewahan, 6 Rumah Artis Ini Kini Terbengkalai

Kini, kondisi Pak Tarno perlahan membaik. Setelah menjalani pengobatan bersama Panji Petualang, Pak Tarno mulai bisa berjalan meskipun belum sepenuhnya pulih. Menurut manajernya, Slamet, terapi yang dijalani telah memberikan hasil positif.

Pak Tarno merasa badannya sudah bisa digerakkan walaupun belum normal. Dia merasa lebih enteng saat berjalan.

Untuk memulihkan kondisinya, Pak Tarno bersama keluarga berencana menjalani terapi di kediaman kakak Hari di Purwakarta. Terapi ini diharapkan dapat membantu menstabilkan kondisi fisiknya sehingga ia bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X