IFA.id -- Puluhan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Kabupaten Gowa menggelar demonstrasi di depan Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada Kamis (24/4/2025) sore.
Mereka menolak dugaan pengalihan fungsi lahan pertanian produktif menjadi kawasan perumahan.
Aksi unjuk rasa tersebut sempat diwarnai kericuhan saat demonstran mencoba memasuki ruangan kantor Dinas Pertanian.
Baca Juga: Jokowi Absen di Sidang Gugatan Ijazah di PN Solo, Kuasa Hukum: Diutus Prabowo ke Vatikan
Terjadi saling dorong antara mahasiswa dan aparat kepolisian yang nyaris berujung pada adu fisik.
Situasi semakin memanas ketika mahasiswa membakar ban bekas yang telah disiram bahan bakar minyak di teras kantor. Insiden ini hampir menyebabkan sejumlah petugas dan mahasiswa terbakar.
Kericuhan berhasil diredam setelah aparat keamanan mengizinkan para demonstran melanjutkan orasi mereka di halaman kantor pertanian.
Langkah ini diambil untuk meredakan ketegangan antara massa aksi dan pihak kepolisian.
Baca Juga: Itinerary Liburan Seru 3 Hari 2 Malam di Jakarta: Wisata, Kuliner, dan Hiburan
Dalam orasinya, para demonstran menuntut agar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gowa segera dicopot dari jabatannya.
Mereka menduga adanya penyalahgunaan wewenang oleh dinas terkait dalam pemberian izin kepada oknum pengusaha untuk membangun perumahan di atas lahan produktif.
Aksi protes ini mencerminkan kekhawatiran masyarakat terhadap alih fungsi lahan pertanian yang dapat mengancam ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan di wilayah tersebut.