IFA.id -- Bencana banjir dan tanah longsor melanda Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menyebabkan lima orang meninggal dunia dan empat lainnya masih hilang.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengonfirmasi bahwa korban meninggal terdiri dari Eneng Sabiti, Siti Nurul Awlia, Nendi Saputra, Ooy , dan Yayar.
Sementara itu, empat korban yang masih dalam pencarian adalah Drajat, Siti Maryam, Ahyar Fauzi, dan Mondi.
Baca Juga: Cara Sabar Menghadapi Cobaan Hidup dalam Islam agar Hati Tetap Tenang
Bencana ini berdampak pada 12 desa yang dilanda banjir dan 30 desa di 22 kecamatan yang mengalami tanah longsor.
Banjir telah surut sepenuhnya, namun tim tanggap darurat masih berada di lapangan untuk melakukan upaya pencarian korban hilang dan pemulihan dampak kerusakan lingkungan.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah mengerahkan alat berat, seperti ekskavator, dan mengaktifkan tiga posko darurat untuk mempercepat proses penanganan bencana.
Salah satu kejadian tragis menimpa seorang ibu dan anaknya yang ditemukan meninggal dunia akibat banjir di Sukabumi.
Baca Juga: Islam Mengajarkan untuk Menghindari Perdebatan yang Tidak Perlu, Ini Caranya
Kejadian ini menambah duka mendalam bagi masyarakat setempat yang tengah berjuang menghadapi dampak bencana alam ini.
Upaya pencarian korban hilang terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang guna mengantisipasi kemungkinan bencana susulan.
Pemerintah daerah bersama BNPB dan instansi terkait lainnya berkomitmen untuk terus memberikan bantuan dan dukungan bagi warga terdampak hingga situasi kembali normal.
Artikel Terkait
Mengapa Sedekah Bisa Membuka Pintu Rezeki? Ini Keutamaannya dalam Islam
Hidup Penuh Ujian? Ini Cara Islam Mengajarkan Kita untuk Tetap Kuat
Islam Mengajarkan Kita untuk Menjaga Lisan dan Menjauhkan Diri dari Ghibah
Islam Mengajarkan untuk Menghindari Perdebatan yang Tidak Perlu, Ini Caranya
Cara Sabar Menghadapi Cobaan Hidup dalam Islam agar Hati Tetap Tenang