Kamis, 4 Juni 2026

Islam Mengajarkan Kita untuk Menjaga Lisan dan Menjauhkan Diri dari Ghibah

Gilang Fajar, Ifa.id
- Senin, 10 Maret 2025 | 17:29 WIB
Islam Mengajarkan Kita untuk Menjaga Lisan dan Menjauhkan Diri dari Ghibah (Foto/YouTube)
Islam Mengajarkan Kita untuk Menjaga Lisan dan Menjauhkan Diri dari Ghibah (Foto/YouTube)

IFA.id -- Lisan adalah anugerah besar dari Allah yang harus digunakan dengan bijak. Dengan lisan, seseorang dapat menyampaikan kebaikan, namun juga bisa menimbulkan keburukan.

Islam mengajarkan pentingnya menjaga lisan dan menjauhi perbuatan ghibah (menggunjing), karena keduanya berpengaruh besar terhadap kehidupan dunia dan akhirat.

Baca Juga: Hidup Penuh Ujian? Ini Cara Islam Mengajarkan Kita untuk Tetap Kuat

Pentingnya Menjaga Lisan dalam Islam

Menjaga lisan merupakan salah satu tanda keimanan yang kuat. Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa berbicara harus dilakukan dengan penuh pertimbangan. Jika perkataan tidak membawa manfaat, lebih baik diam agar tidak menimbulkan dampak negatif, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Allah SWT juga mengingatkan dalam Al-Qur’an:

“Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).” (QS. Qaf: 18)

Ayat ini menegaskan bahwa setiap kata yang kita ucapkan akan dicatat dan dipertanggungjawabkan kelak di hadapan Allah. Oleh karena itu, menjaga lisan adalah bagian dari ketakwaan seorang Muslim.

Bahaya Ghibah dan Larangannya dalam Islam

Ghibah adalah salah satu dosa lisan yang banyak diremehkan oleh manusia. Ghibah berarti membicarakan keburukan atau aib seseorang tanpa sepengetahuannya, meskipun hal itu benar. Allah SWT berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian prasangka itu dosa. Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat: 12)

Ayat ini menggambarkan betapa buruknya perbuatan ghibah. Menggunjing saudara seiman diibaratkan seperti memakan bangkai saudaranya sendiri, sesuatu yang menjijikkan dan haram dalam Islam. Rasulullah SAW juga bersabda:

“Tahukah kalian apa itu ghibah? Mereka menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.’ Beliau bersabda, ‘Ghibah adalah menyebut sesuatu yang tidak disukai saudaramu.’” (HR. Muslim)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X