Jumat, 17 Juli 2026

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

- Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB
IFA.id merangkum adab terbaik seorang Muslim ketika melihat musibah: empati, doa, dan menjaga kehormatan sesama. (Foto/Ilustrasi)
IFA.id merangkum adab terbaik seorang Muslim ketika melihat musibah: empati, doa, dan menjaga kehormatan sesama. (Foto/Ilustrasi)

IFA.id - pernah mencatat satu kisah sederhana yang menggugah hati. Pada suatu sore, seorang pengendara motor terpeleset di jalan licin setelah hujan. Orang-orang berdatangan. Ada yang sigap menolong. Ada yang hanya menonton.

Ada pula yang sibuk merekam. Dalam hitungan detik, terlihat begitu jelas perbedaan karakter seseorang ketika berhadapan dengan musibah di depan mata. Dan pertanyaannya selalu sama: bagaimana sebenarnya Islam mengajarkan sikap terbaik saat melihat sesama terkena musibah?

Di antara berbagai ajaran akhlak mulia, cara memandang musibah menempati posisi yang sangat sensitif. Musibah bukan sekadar peristiwa. Ia memuat rasa sakit, trauma, kehilangan, dan harapan yang hancur dalam sekejap.

Karena itu, Islam mengatur adabnya dengan sangat halus, sangat manusiawi, dan sangat penuh empati. Kata kunci “adab” ini menjadi pintu masuk penting dalam pembahasan IFA.id.

Baca Juga: Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Sejak kalimat pertama, kata yang seharusnya hadir adalah “rahmah”. Kasih sayang. Nabi Muhammad SAW menggambarkan umat Islam seperti satu tubuh. Bila satu bagian sakit, seluruh tubuh merasakan panas dan kesakitan.

Maka ketika melihat seseorang ditimpa musibah, seorang Muslim tidak seharusnya menjadi penonton pasif, apalagi pengkritik yang kasar. Sikap pertama yang lahir seharusnya adalah belas kasih, bukan penghakiman.

Namun, di zaman media sosial, respons orang sering terjebak pada dua hal: ingin menjadi yang tercepat menyebarkan berita dan ingin tampil sebagai komentator paling keras.

Padahal, Islam mengajarkan ketenangan, empati, dan doa. Di sinilah IFA.id melihat bahwa adab saat menyaksikan musibah perlu terus dihidupkan.

Baca Juga: Julid dan Dampaknya terhadap Amal

Menghindari Perasaan Superior

Salah satu larangan terpenting dalam Islam adalah merasa lebih baik saat melihat orang lain ditimpa musibah.

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW mengajarkan doa yang menegaskan kerendahan hati. Doa ini bukan sekadar ucapan syukur, melainkan pengingat agar tidak timbul rasa sombong atau merasa aman dari ujian Allah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X