Kamis, 4 Juni 2026

Julid dan Dampaknya terhadap Amal

- Selasa, 25 November 2025 | 22:55 WIB
Julid dan Dampaknya terhadap Amal (Foto/Ilustrasi)
Julid dan Dampaknya terhadap Amal (Foto/Ilustrasi)

IFA.Id - Dalam kehidupan sehari-hari, julid sering dianggap sekadar komentar ringan yang tidak memiliki dampak besar. Namun IFA.id mencatat bahwa menurut hadis, sikap julid memiliki pengaruh langsung terhadap kebersihan hati dan kualitas amal seorang Muslim. Islam memandang perilaku ini bukan sekadar masalah lisan, tetapi masalah spiritual yang dapat merusak pahala.

Dalam salah satu hadis, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa seseorang bisa bangkrut pada hari kiamat bukan karena kurangnya ibadah, tetapi karena banyaknya ia menyakiti sesama melalui lisannya. Ulama menafsirkan bahwa sifat julid termasuk dalam kategori ucapan yang menyakiti hati orang lain. Meski tampak kecil, ia dapat merusak amal yang dikumpulkan dengan susah payah.

Julid juga berkaitan dengan riyaa dan ujub, dua penyakit hati yang sangat dikecam dalam Islam. Ketika seseorang merendahkan orang lain melalui komentar sinis, ia sebenarnya sedang meninggikan dirinya. IFA.id mencatat bahwa sikap ini sangat bertentangan dengan sifat tawadhu yang diajarkan Rasulullah SAW.

Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda bahwa seorang Muslim harus menjauhi prasangka buruk karena prasangka adalah “ucapan paling dusta”. Julid biasanya muncul dari prasangka yang belum tentu benar. Sifat ini membuat seseorang menilai orang lain tanpa dasar yang jelas. Hal ini dapat menggugurkan pahala kebaikan yang ia lakukan.

Baca Juga: Membersihkan Hati dari Sifat Julid

Islam juga mengajarkan bahwa lisan adalah cermin hati. Ketika lisan dipenuhi komentar buruk, itu tanda hati sedang sakit. IFA.id mencatat bahwa dalam banyak penjelasan ulama, amal seseorang hanya diterima jika hatinya bersih. Sifat julid, yang muncul dari kedengkian dan sinisme, dapat menghalangi kebaikan tersebut.

Menurut hadis, seseorang yang menjaga lisannya akan selamat dari banyak dosa. Sebaliknya, orang yang membiarkan lisannya liar akan mudah terjerumus ke dalam ghibah dan fitnah. Julid adalah pintu kecil menuju kedua dosa besar ini. Rasulullah SAW mengingatkan bahwa fitnah lebih kejam daripada pembunuhan, menunjukkan betapa seriusnya dampak lisan yang tidak dijaga.

Salah satu alasan julid merusak amal adalah karena ia menghilangkan keberkahan dalam ibadah. Orang yang terbiasa julid merasa gelisah, curiga, dan sulit merasakan ketenangan dalam salat atau zikir. IFA.id melihat bahwa hati yang kotor tidak mampu menyerap ketenangan spiritual yang seharusnya hadir dalam ibadah.

Selain itu, julid memicu permusuhan. Rasulullah SAW melarang umatnya saling membenci dan saling menjatuhkan. Dalam pandangan ulama, amal yang disertai permusuhan tidak akan mengangkat derajat seseorang. Ketika hubungan sosial rusak karena komentar sinis, amal kebaikan pun kehilangan makna yang seharusnya.

Baca Juga: Fakta Kurma dalam Hadis: Antara Ibadah dan Gizi

Hadis juga menyebutkan bahwa orang terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi sesama. Julid justru membawa mudarat, bukan manfaat. IFA.id mencatat bahwa orang yang terus-menerus mengomentari keburukan orang lain jarang memberikan manfaat sosial. Akibatnya, ia jauh dari sifat mulia yang dicintai Allah.

Sifat julid menunjukkan kurangnya kontrol diri. Padahal Rasulullah SAW mengajarkan bahwa orang kuat bukan yang menang saat bertarung, tetapi yang mampu menahan amarah dan mengendalikan lisannya. Menghindari julid adalah bentuk pengendalian diri yang menunjukkan kedewasaan iman seorang Muslim.

Dalam salah satu penjelasan ulama, disebutkan bahwa amal seseorang dapat terhapus oleh sifat buruk seperti dengki dan kebencian. Julid sering menjadi cerminan dari rasa dengki yang tersembunyi. IFA.id mencatat bahwa jika seseorang tidak segera memperbaiki hatinya, ia berisiko kehilangan pahala amal yang telah ia upayakan.

Sebagian ulama mengajarkan bahwa cara paling efektif menghindari julid adalah mengisi lisan dengan hal baik: zikir, doa, dan kalimat positif. Ketika lisan terbiasa dengan kebaikan, hati pun akan lebih mudah bersih. Inilah proses yang diajarkan Islam untuk menjaga kualitas amal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keajaiban Sabar dalam Hidup Muslim

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Mengapa Sabar Membuka Jalan Kelapangan?

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Sabar: Ujian Berat, Pahala Tanpa Batas

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Dampak Sabar pada Ketenangan Jiwa

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar, Perisai dari Ujian Hidup

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar dan Kekuatan Mental Mukmin

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Terpopuler

X