IFA.id -- Pemerintah terus mendorong percepatan penyelesaian Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional.
Pembangunan bendungan ini dimulai pada tahun 2020 dan awalnya direncanakan selesai pada Desember 2024.
Namun, proyek ini menghadapi beberapa hambatan, seperti kondisi cuaca yang kurang mendukung dan kekurangan material inti, sehingga penyelesaiannya tertunda.
Direktur Bendungan dan Danau, Adenan Rasyid, menyatakan bahwa berdasarkan kondisi lapangan dan jadwal terbaru, bendungan ini ditargetkan rampung pada minggu pertama Maret 2025.
Baca Juga: Greenpeace Indonesia Desak Kepala Daerah Jabodetabek Atasi Lima Isu Krisis Iklim
Bendungan Meninting memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Dengan kapasitas tampung yang signifikan, bendungan ini diharapkan dapat mengairi lahan pertanian di sekitarnya, meningkatkan produktivitas pertanian, dan menyediakan pasokan air yang stabil bagi masyarakat.
Selain itu, keberadaan bendungan ini juga berpotensi mengurangi risiko banjir saat musim hujan dan menjaga ketersediaan air saat musim kemarau, sehingga kesejahteraan petani dan masyarakat sekitar dapat meningkat.
Baca Juga: Wakil Wali Kota Banjarmasin Menutup TPS Sampah Ilegal
Pemerintah pusat dan daerah berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini tepat waktu guna memastikan manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat.
Kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk kontraktor, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat, terus ditingkatkan untuk mengatasi berbagai tantangan yang muncul selama proses pembangunan.
Dengan rampungnya Bendungan Meninting, diharapkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat Nusa Tenggara Barat akan semakin kuat dan berkelanjutan.
Artikel Terkait
Panglima Islam Abu Ubaidah bin Jarrah: Keberanian dan Kesetiaan Tanpa Batas
Waskita Karya Renovasi RSUD di Kalimantan Utara dalam Mendukung Asta Cita Presiden
Sahur Power Up! Rahasia Menu Sehat Bertenaga untuk Puasa Produktif
Wakil Wali Kota Banjarmasin Menutup TPS Sampah Ilegal
Greenpeace Indonesia Desak Kepala Daerah Jabodetabek Atasi Lima Isu Krisis Iklim