Kamis, 4 Juni 2026

Rumah Budaya Sukuraga: Pusat Eduwisata dan Pelestarian Seni Lokal Sukabumi

- Kamis, 6 Februari 2025 | 11:37 WIB
Rumah Budaya SUkuraga, Sukabumi, Jawa Barat. (dok. pribadi)
Rumah Budaya SUkuraga, Sukabumi, Jawa Barat. (dok. pribadi)

IFA.id -- Rumah Budaya Sukuraga, terletak di Jalan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Jawa Barat, merupakan pusat eduwisata budaya yang menampilkan Wayang Sukuraga, kesenian asli Kota Sukabumi yang diciptakan oleh seniman bernama Effendi, atau lebih dikenal dengan nama Fendi Sukuraga, pada tahun 1996.

Nama Sukuraga sendiri merupakan singkatan dari “anggota” (suku) dan “tubuh” (raga) yang berarti budaya anggota tubuh yang harus dijunjung kebiasaan-kebiasaan baik dan dampaknya.

Baca Juga: Ngopi Sambil Baca! 5 Kafe di Bogor dengan Koleksi Buku dan Suasana Nyaman

Wayang Sukuraga memiliki keunikan yang membedakannya dari wayang-wayang lain, karena tokoh-tokohnya mewakili anggota tubuh manusia, seperti Ma Ata, Pak Anon, Mul Lut, Mul Longo, Ceu Pil, Pak Ngambung, dan beberapa tokoh lainnya, yang menggambarkan peran dan kebiasaan manusia dalam kehidupan sehari-hari. 

Bangunan Rumah Budaya Sukuraga terdiri dari dua bangunan; bangunan bawah digunakan untuk berbagai aktivitas, sementara bangunan atas dengan dua lantai berfungsi sebagai ruang pameran yang menampilkan lukisan-lukisan karya Effendi dari waktu ke waktu.

Baca Juga: Benteng Tolukko: Saksi Bisu Sejarah Perdagangan Rempah dan Perebutan Kekuasaan

Selain sebagai galeri, rumah budaya ini juga menyediakan ruang ekspresi, ruang diskusi, dan tempat untuk menonton bersama film seni, serta menjadi sarana berbagi pengetahuan bagi masyarakat.

Keberadaan Rumah Budaya Sukuraga memberikan peluang besar dalam pelestarian kebudayaan lokal, khususnya di Kota Sukabumi.

Berbagai kegiatan wisata edukatif ditawarkan, seperti merangkai dan mewarnai Wayang Sukuraga, membatik motif Sukuraga, menyaksikan pertunjukan Wayang Sukuraga, dan pameran karya seni rupa Sukuraga.

Baca Juga: Makanan Halal untuk Bekal Sekolah Anak: Praktis, Sehat, dan Bergizi

Upaya ini sejalan dengan filosofi dan konsep DAMINATILA yang dianut oleh Effendi, yang menekankan pentingnya manusia mengenal dan memahami dirinya sendiri serta perannya dalam kehidupan.

Dengan demikian, Rumah Budaya Sukuraga berpotensi menjadi ecomuseum yang tidak hanya melestarikan kesenian tradisional, tetapi juga mengedukasi dan menginspirasi masyarakat untuk lebih menghargai kekayaan budaya Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X