IFA.id -- Benteng Tolukko, yang juga dikenal sebagai Benteng Hollandia, adalah salah satu peninggalan bersejarah di Ternate, Maluku Utara.
Benteng ini didirikan pada tahun 1540 oleh Francisco Serrao, seorang panglima Portugis, dengan tujuan sebagai pusat pertahanan dan penyimpanan rempah-rempah yang akan diperdagangkan.
Lokasinya yang strategis di atas bukit batu di Kelurahan Sangadji, Ternate Utara, memungkinkan pengawasan terhadap aktivitas di Istana Kesultanan Ternate dan wilayah perairan sekitarnya.
Baca Juga: Ngopi Sambil Baca! 5 Kafe di Bogor dengan Koleksi Buku dan Suasana Nyaman
Setelah perlawanan rakyat Ternate yang dipimpin oleh Sultan Baabullah pada tahun 1577, kekuasaan Portugis berakhir, dan benteng ini diambil alih oleh Kesultanan Ternate.
Kemudian, pada tahun 1610, Belanda merebut benteng tersebut dan mengganti namanya menjadi Benteng Hollandia.
Pada tahun 1661, Sultan Mandarsyah diizinkan oleh Dewan Pemerintahan Belanda untuk menempati benteng ini bersama pasukannya.
Terdapat beberapa teori mengenai asal usul nama "Tolukko". Salah satunya menyebutkan bahwa nama tersebut berasal dari Sultan Ternate ke-10, Kaicil Tolukko, yang memerintah pada tahun 1692.
Baca Juga: Dari Desain Grafis ke Industri Miliaran, Perjalanan Sukses Aris Nugroho
Namun, karena benteng ini sudah ada sebelum masa pemerintahannya, teori ini diragukan. Teori lain menyatakan bahwa nama tersebut merupakan modifikasi dari "Santo Lucas", nama asli benteng ini, karena kesulitan pelafalan oleh masyarakat setempat.
Konon, benteng ini memiliki lorong rahasia yang menghubungkan langsung ke wilayah pantai, digunakan sebagai jalur pelarian saat terjadi situasi genting.
Namun, pada pemugaran tahun 1996, lorong tersebut ditutup demi alasan keamanan.
Meskipun demikian, Benteng Tolukko tetap menjadi saksi bisu sejarah panjang Ternate dan menjadi destinasi wisata yang menawarkan pemandangan indah serta nilai historis yang tinggi.
Artikel Terkait
Menjelajahi Makam dan Masjid Sunan Muria: Sensasi Naik Ojek Gunung, Kisah Sejarah, dan Legenda
Al-Khawarizmi: Bapak Aljabar dan Algoritma yang Mempengaruhi Dunia
Perjuangan Merintis Bisnis Dari Jualan di Sekolah hingga Sukses Jadi Pengusaha Kuliner
Ngopi Sambil Baca! 5 Kafe di Bogor dengan Koleksi Buku dan Suasana Nyaman
Dari Desain Grafis ke Industri Miliaran, Perjalanan Sukses Aris Nugroho