Kamis, 4 Juni 2026

Jejak Keberagaman dan Toleransi Negara China Pada Umat Muslim

- Sabtu, 18 Januari 2025 | 12:25 WIB
FILE - Anak-anak Uyghur bermain di alun-alun dengan latar belakang poster propaganda bergambar warga Tionghoa Han dan Uighur bertuliskan "Alun-Alun Persatuan Desa Baru Persatuan Kota Hotan", di wilayah Xinjiang, China barat, 20/9/2018 (Bonsernews.com/voaindonesia.com/AP/Andy Wong, File)
FILE - Anak-anak Uyghur bermain di alun-alun dengan latar belakang poster propaganda bergambar warga Tionghoa Han dan Uighur bertuliskan "Alun-Alun Persatuan Desa Baru Persatuan Kota Hotan", di wilayah Xinjiang, China barat, 20/9/2018 (Bonsernews.com/voaindonesia.com/AP/Andy Wong, File)

Orang Hui, yang mayoritas tinggal di wilayah tengah dan timur China, adalah kelompok Muslim yang telah lama berasimilasi dengan budaya Han, sementara orang Uighur, yang mayoritas tinggal di wilayah Xinjiang, mempertahankan identitas budaya dan bahasa mereka yang berbeda.

Peningkatan jumlah umat Muslim di China juga dipengaruhi oleh kebijakan-kebijakan pemerintahan yang mendorong integrasi berbagai kelompok etnis dan agama.

Pada masa pemerintahan Dinasti Ming (1368–1644), umat Muslim memainkan peran penting dalam berbagai sektor, termasuk administrasi pemerintah, perdagangan, dan militer.

Mereka juga mulai membangun masjid-masjid di kota-kota besar seperti Xi'an, Beijing, dan Kashgar.

Baca Juga: Ciri Orang Suka Playing Victim dalam Kacamata Islam

Peristiwa Penting dalam Sejarah Umat Muslim di China

Selama berabad-abad, umat Muslim di China menghadapi berbagai peristiwa penting yang mencerminkan dinamika hubungan antara komunitas Muslim dan pemerintah serta masyarakat Tiongkok secara keseluruhan.

  1. Pemberontakan Muslim di Qinghai dan Xinjiang Salah satu peristiwa besar dalam sejarah umat Muslim di China adalah pemberontakan yang terjadi pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Umat Muslim di wilayah Xinjiang, yang mayoritas berasal dari etnis Uighur, mengalami ketegangan dengan pemerintah Qing yang akhirnya memuncak dalam pemberontakan. Di Qinghai dan wilayah lain, perlawanan ini dikenal dengan nama Pemberontakan Dungan (1862–1877), yang dipicu oleh diskriminasi terhadap umat Muslim oleh pihak penguasa Manchu dan ketidakpuasan sosial.

    Pemberontakan ini menimbulkan korban jiwa yang besar dan memperburuk hubungan antara umat Muslim dan pemerintah pusat. Meskipun demikian, pemberontakan ini juga menunjukkan adanya semangat juang dan tekad umat Muslim untuk mempertahankan identitas agama dan budaya mereka.

    Baca Juga: Bali: Peluang Bisnis Halal di Tengah Destinasi Wisata Dunia

  2. Revolusi Budaya dan Pengaruhnya terhadap Umat Muslim Pada pertengahan abad ke-20, tepatnya selama Revolusi Budaya (1966–1976) yang dipimpin oleh Mao Zedong, umat Muslim di China, seperti halnya kelompok agama lainnya, mengalami masa-masa sulit. Selama periode ini, berbagai praktik keagamaan, termasuk Islam, dilarang keras oleh pemerintah yang ingin menghapuskan pengaruh agama dan memperkenalkan komunisme atheis.

    Masjid-masjid ditutup atau diubah fungsinya, dan umat Muslim yang terlibat dalam kegiatan keagamaan sering kali dipenjara atau mengalami penganiayaan.

    Meski demikian, meskipun menghadapi represi yang keras, banyak komunitas Muslim yang tetap menjaga tradisi agama mereka secara diam-diam.

    Baca Juga: Larangan Riba dalam Bisnis menurut Perspektif Islam
  3. Kebijakan Toleransi Agama di Era Modern Sejak reformasi ekonomi pada akhir abad ke-20, China mulai menunjukkan sikap yang lebih toleran terhadap agama-agama, termasuk Islam. Pemerintah China mengakui pentingnya keberagaman agama dalam konteks kebudayaan dan sosial negara. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya masjid yang dibangun, meskipun tetap dalam pengawasan ketat dari pemerintah.

    Di Xinjiang, yang memiliki populasi besar umat Muslim Uighur, meskipun ada ketegangan sosial dan politik yang terjadi karena tuntutan otonomi dan hak-hak minoritas, umat Muslim Uighur tetap menjaga identitas budaya dan keagamaan mereka.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X