daerah

Korban Dugaan Pelecehan Seksual di RS Swasta Malang Alami Trauma Berat, Butuh Tiga Tahun untuk Berani Bicara

Kamis, 17 April 2025 | 21:52 WIB
Ilustrasi korban pelecehan seksual. (foto/pinterest)

IFA.id -- Seorang perempuan di Kota Malang akhirnya angkat bicara soal dugaan pelecehan seksual yang dialaminya di sebuah rumah sakit swasta.

Setelah tiga tahun menyimpan trauma, korban memberanikan diri untuk mengungkapkan peristiwa kelam tersebut ke publik.

Peristiwa itu terjadi ketika korban tengah menjalani perawatan medis. Ia mengaku dilecehkan oleh seorang tenaga medis saat dalam kondisi rentan.

Namun karena tekanan psikologis dan rasa takut, ia memilih bungkam. "Saya sangat trauma. Butuh waktu lama untuk bisa bercerita," ujarnya.

Baca Juga: Destinasi Wisata Halal di Indonesia: Nyaman untuk Muslim Traveler

Setelah bertahun-tahun memendam luka batin, korban akhirnya mendapat kekuatan untuk speak up.

Dukungan dari keluarga dan teman-teman menjadi faktor penting yang mendorongnya berbicara. Keputusan ini ia ambil demi mencegah korban lainnya mengalami hal serupa.

Psikolog klinis Ni Made Diah Ayu Anggreni menjelaskan, banyak korban pelecehan seksual sulit untuk bersuara karena dibayangi rasa malu, takut disalahkan, atau dianggap mengada-ada.

"Mereka butuh lingkungan yang aman dan suportif agar berani mengungkapkan pengalaman traumatisnya," ujarnya.

Baca Juga: Wisata Keluarga di Indonesia: Tempat Seru dan Edukatif untuk Anak-anak

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya perlindungan terhadap pasien di lingkungan medis.

Pemerintah dan aparat penegak hukum didesak untuk mengusut tuntas laporan ini dan menindak pelaku jika terbukti bersalah. Transparansi dan keadilan harus ditegakkan demi pemulihan korban.

Sementara itu, lembaga perlindungan perempuan dan anak meminta rumah sakit segera memperbaiki sistem pengawasan internal.

Saluran pengaduan yang aman dan pelatihan etika medis bagi seluruh tenaga kesehatan dinilai krusial untuk mencegah kejadian serupa.

Halaman:

Tags

Terkini