IFA.id -- Akses mudik Lebaran 2025 di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, terganggu akibat amblasnya jembatan kecil atau gorong-gorong di Desa Ariate.
Kerusakan ini menciptakan lubang besar yang menghambat pergerakan kendaraan, baik motor maupun mobil.
Akibat kejadian ini, jalur utama yang menghubungkan Kota Piru dengan Kecamatan Luhu mengalami gangguan.
Baca Juga: Lima Anak Terluka Akibat Ledakan Petasan di Malang
Masyarakat pun mulai khawatir dengan kelancaran arus mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri, terutama di jalan lintas Huamual yang menjadi akses utama mereka.
Untuk mengurangi kemacetan, warga bersama personel TNI berinisiatif membangun jembatan darurat dari batang pohon kelapa.
Dandim 1513 SBB, Letkol Infanteri Rudolf G. Paulus, memimpin langsung proses pembangunan dan berkoordinasi dengan dinas PU serta Babinsa setempat.
Baca Juga: PT SRL Blok Seikebaro Gelar Pasar Murah Minyak Goreng di Desa Torganda
Kabid Bina Marga PUPR SBB, Arafat, mengungkapkan bahwa pembangunan jembatan permanen telah direncanakan untuk tahun 2025.
Namun, prosesnya masih terkendala biaya, sehingga langkah perbaikan baru bisa dilakukan setelah seluruh persiapan selesai.
Selain jembatan yang amblas, kondisi jalan lintas Huamual juga memprihatinkan dengan banyak titik yang mengalami kerusakan.
Hal ini semakin menambah kekhawatiran masyarakat, terutama menjelang musim mudik Lebaran yang membutuhkan jalur transportasi yang aman dan lancar.