IFA.id -- Warga Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, harus menjalani ibadah puasa Ramadhan tahun ini di tempat pengungsian akibat banjir yang merendam rumah mereka.
Banjir yang telah berlangsung lebih dari satu pekan ini merendam sedikitnya 323 rumah dengan ketinggian air mencapai 1,8 meter.
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, Kaming, mengungkapkan bahwa awalnya warga memilih bertahan di rumah saat banjir masih setinggi 30 cm, karena tengah bersiap menjalani bulan Ramadhan.
Namun, alih-alih surut, air justru semakin meninggi, memaksa mereka mengungsi.
Baca Juga: Gempa Dangkal Magnitudo 4,2 Guncang Nagan Raya, Aceh, Tidak Berpotensi Kerusakan
BPBD Karawang mengevakuasi warga ke beberapa lokasi, seperti kantor desa, rumah ibadah, dan balai pengobatan.
Hingga saat ini, tercatat 1.265 jiwa dari 426 kepala keluarga yang mengungsi, termasuk 62 balita dan bayi. Enam rumah ibadah juga terdampak banjir.
Menurut Kaming, jumlah pengungsi diperkirakan masih bertambah karena air belum surut sepenuhnya.
Sementara itu, warga harus sahur dan berpuasa di tempat pengungsian karena rumah mereka masih terendam banjir.