daerah

Eksistensi Umat Muslim di Korea Selatan: Dari Sejarah hingga Tantangan Kontemporer

Sabtu, 18 Januari 2025 | 12:11 WIB
Illustration: Korean flag

Ifa.id -- Meskipun Islam bukan agama mayoritas di Korea Selatan, komunitas Muslim di negara ini menunjukkan eksistensi yang semakin berkembang.

Negara dengan mayoritas penganut Kristen dan Buddha ini mulai menerima keberagaman agama, termasuk Islam, dengan lebih terbuka.

Hal ini tercermin dari berbagai peningkatan infrastruktur keagamaan, pembentukan komunitas yang lebih aktif, dan kesadaran masyarakat terhadap agama Islam yang semakin meningkat.

Baca Juga: Pengusaha Muda Muslim di Aceh: Membangun Ekonomi Syariah Lewat Inovasi dan Kreativitas UMKM

Islam pertama kali dikenal di Korea Selatan pada awal abad ke-20 melalui pedagang dan pekerja imigran Muslim, terutama yang berasal dari negara-negara seperti Tiongkok dan Jepang.

Namun, pengaruh Islam di Korea Selatan baru terasa secara signifikan setelah Perang Dunia II dan Perang Korea pada 1950-an.

Sejumlah tentara Muslim yang berasal dari negara-negara seperti Turki, Pakistan, dan negara-negara Timur Tengah bergabung dengan pasukan PBB yang ditempatkan di Korea Selatan.

Kehadiran mereka membawa pengaruh Islam yang bertahan hingga saat ini.

Baca Juga: Etika Bisnis dalam Islam: Menghindari Korupsi dan Penipuan

Pada 1955, Masjid Itaewon didirikan di Seoul sebagai masjid pertama di Korea Selatan,  keberadaan masjid ini menjadi tonggak penting bagi berkembangnya Islam di negara tersebut.

Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Itaewon juga berfungsi sebagai pusat kegiatan sosial dan budaya bagi umat Muslim, sekaligus menjadi tempat pertemuan bagi mereka yang berasal dari berbagai negara.

Seiring berjalannya waktu, jumlah umat Muslim di Korea Selatan meningkat pesat, terutama pada 1990-an, seiring dengan gelombang globalisasi.

Baca Juga: Larangan Riba dalam Bisnis menurut Perspektif Islam

Banyak mahasiswa dari negara-negara Muslim seperti Indonesia, Pakistan, dan Malaysia datang untuk menempuh pendidikan di Korea Selatan, yang kemudian memperkenalkan Islam lebih dalam kepada masyarakat setempat.

Halaman:

Tags

Terkini