IFA.id -- Ribut Uripah, dikenal sebagai Mak Ribut, seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Kabupaten Batang, Jawa Tengah, kembali ke kampung halamannya setelah 19 tahun hilang kontak di Malaysia.
Kepulangannya disambut dengan tangis haru oleh keluarga dan warga Desa Candirejo, Kecamatan Bawang.
Sebelumnya, Mak Ribut sempat viral di media sosial setelah ditemukan hidup seorang diri di hutan Malaysia.
Baca Juga: Puncak Arus Mudik Diprediksi 28 Maret 2025: Tiga Titik Macet di Bandung Jadi Fokus
Kondisinya yang memprihatinkan menarik perhatian berbagai pihak, yang kemudian berupaya memulangkannya ke Indonesia.
Setibanya di desa, Mak Ribut langsung disambut oleh warga yang antusias. Emak-emak desa memeluknya dengan penuh kehangatan, sementara keluarga harus bersabar menunggu giliran karena banyaknya warga yang ingin menyambut.
Baca Juga: Kecelakaan Maut di Cilegon: Pasangan Suami Istri Tewas Tertabrak Kereta Api
Kepulangan Mak Ribut difasilitasi oleh Yoyok Riyo Sudibyo, tokoh masyarakat setempat dan mantan Bupati Batang.
Beliau berperan aktif dalam proses pemulangan Mak Ribut hingga tiba dengan selamat di kampung halaman.
Kisah Mak Ribut menjadi pengingat akan pentingnya perhatian dan perlindungan bagi para pekerja migran Indonesia, serta peran masyarakat dan pemerintah dalam memastikan kesejahteraan mereka di perantauan.
Artikel Terkait
Menjadi Rendah Hati: Cara Menghindari Kesombongan dalam Kehidupan Sehari-hari
Dosa Kecil Bisa Menumpuk! Begini Cara Menghindarinya agar Hati Tetap Bersih
Rekomendasi 4 Tempat Bukber di Majalengka, Cocok untuk Pecinta Kuliner Khas Sunda
Kecelakaan Maut di Cilegon: Pasangan Suami Istri Tewas Tertabrak Kereta Api
Puncak Arus Mudik Diprediksi 28 Maret 2025: Tiga Titik Macet di Bandung Jadi Fokus