Kamis, 4 Juni 2026

Presiden Prabowo Resmikan KEK Industropolis Batang, Targetkan Investasi Rp75,8 Triliun dalam Lima Tahun

- Kamis, 20 Maret 2025 | 21:13 WIB
Presiden Prabowo resmikan KEK Industropolis Batang, targetkan investasi Rp75,8 triliun dan penciptaan jutaan lapangan kerja. (Foto/Sekretariat Negara)
Presiden Prabowo resmikan KEK Industropolis Batang, targetkan investasi Rp75,8 triliun dan penciptaan jutaan lapangan kerja. (Foto/Sekretariat Negara)

IFA.id -- Presiden Prabowo Subianto meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada 20 Maret 2025.

Kawasan ini diharapkan dapat meningkatkan investasi hingga Rp75,8 triliun dalam lima tahun ke depan serta menciptakan jutaan lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia. 

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengapresiasi kerja keras pemerintahan sebelumnya, khususnya Presiden Joko Widodo, dalam meletakkan fondasi pembangunan KEK ini.

Baca Juga: Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto Gandeng Forkopimda untuk Jaga Stabilitas

Beliau berharap KEK Industropolis Batang dapat menjadi Shenzhen-nya Indonesia, mengingat luasnya yang mencapai 4.300 hektar dan potensinya sebagai pusat pertumbuhan industri baru.

KEK Industropolis Batang merupakan transformasi dari Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) yang bertujuan untuk mendorong peningkatan investasi lebih besar.

Sejak beroperasi sebagai KITB dua tahun lalu, kawasan ini telah menarik 27 perusahaan dengan total investasi Rp17,95 triliun dan menyerap 7.000 tenaga kerja.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Lantik Kholilurrahman dan Sukriyanto sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan, Instruksikan Penyusunan RPJMD dalam 6 Bulan

Pemerintah menargetkan KEK ini dapat menarik investasi senilai Rp60 triliun dalam lima tahun ke depan.

Untuk mencapai target tersebut, kolaborasi dengan berbagai pihak dan negara akan digencarkan, termasuk implementasi politik bertetangga baik atau good neighbour policy. 

Dengan peresmian KEK Industropolis Batang, pemerintah berharap kawasan ini dapat menjadi motor penggerak industrialisasi dan hilirisasi, sehingga meningkatkan daya saing ekonomi nasional dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Shinta Sukmawati Khiran

Sumber: beritadaerah.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X