IFA.id -- Pada Minggu, 16 Maret 2025, wilayah Bojonegoro dan Madiun dilanda banjir akibat luapan sungai setelah hujan deras.
Banjir ini merendam permukiman dan lahan pertanian, menyebabkan kerugian material yang signifikan.
Di Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, seorang warga lanjut usia bernama Geng (60) meninggal dunia saat berusaha menyelamatkan gabahnya dari terjangan banjir.
Geng, warga Dusun Kuce, Desa Leran, ditemukan tewas saat mencoba mengamankan hasil panennya.
Baca Juga: Juru Parkir di Bandung Tewas Dikeroyok Geng Motor di Minimarket
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Ardhian Orianto, menyatakan bahwa hujan deras menyebabkan sungai meluap dan mengakibatkan banjir di beberapa kecamatan, termasuk Kalitidu, Dander, dan Gondang.
Tim BPBD telah dikerahkan untuk mengevakuasi warga dan memberikan bantuan darurat.
Selain merendam rumah warga, banjir juga merusak infrastruktur dan lahan pertanian. Para petani mengalami kerugian karena tanaman padi siap panen terendam air.
Baca Juga: Berbisnis Tanpa Riba: Panduan Praktis Menjalankan Usaha Sesuai Islam
Pemerintah daerah berupaya memberikan bantuan dan melakukan pendataan kerugian untuk langkah penanganan selanjutnya.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan yang masih tinggi.
Penting bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir untuk selalu mengikuti informasi dari pihak berwenang dan siap dievakuasi jika diperlukan.
Artikel Terkait
Cara Mengundang Rezeki dengan Amalan Harian yang Dianjurkan dalam Islam
7 Doa Mustajab Pembuka Rezeki yang Bisa Kamu Amalkan dalam Kehidupan Sehari-hari
Kejujuran dalam Bisnis: Kunci Kepercayaan dan Keberkahan yang Harus Dijaga
Berbisnis Tanpa Riba: Panduan Praktis Menjalankan Usaha Sesuai Islam
Juru Parkir di Bandung Tewas Dikeroyok Geng Motor di Minimarket