IFA.id -- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkap dugaan keterlibatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam pengelolaan objek wisata Fantasy Puncak, Bogor, yang dinilai lebih menguntungkan pihak swasta.
Hal ini terungkap saat Dedi melakukan kunjungan dan membongkar persoalan di balik pengelolaan tempat wisata tersebut.
Menurut Dedi, BUMD seharusnya berperan aktif dalam meningkatkan pendapatan daerah, bukan justru diperalat oleh pihak swasta untuk kepentingan bisnis tertentu.
Baca Juga: Aksi Kejar-Kejaran Korban dan Pelaku Pelecehan di Jember Viral, Warga Geram
Ia menyoroti bagaimana Fantasy Puncak dikelola sedemikian rupa tanpa memberikan kontribusi signifikan bagi daerah, sementara keuntungan lebih banyak mengalir ke pihak swasta.
Temuan ini langsung mendapat perhatian publik, terutama masyarakat yang menuntut transparansi dalam pengelolaan aset daerah.
Banyak yang berharap pemerintah provinsi segera mengambil langkah tegas untuk memastikan BUMD benar-benar berfungsi sebagaimana mestinya demi kepentingan masyarakat.
Baca Juga: Ketua Bawaslu Bandung Barat Ditangkap Polisi Saat Pesta Narkoba di Cimahi
Dedi menegaskan akan menindaklanjuti temuan ini dan meminta audit menyeluruh terhadap pengelolaan Fantasy Puncak.
Ia juga mengimbau agar BUMD tidak sekadar menjadi alat bagi kepentingan bisnis tertentu, tetapi benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang transparan dan akuntabel.
Artikel Terkait
Tantangan dan Peluang Dakwah Islam di Media Sosial: Strategi Efektif Menyebarkan Nilai-Nilai Islam
Warga Pringsewu Lampung Patungan Perbaiki Jalan Rusak yang Sering Sebabkan Kecelakaan
Tawuran Brutal di Kota Podomoro Tenjo Bogor Viral, Pemuda Terluka Akibat Sabetan Celurit
Ketua Bawaslu Bandung Barat Ditangkap Polisi Saat Pesta Narkoba di Cimahi
Aksi Kejar-Kejaran Korban dan Pelaku Pelecehan di Jember Viral, Warga Geram