IFA.id -- Pada Senin, 3 Maret 2025, terjadi bentrokan antara pendukung pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan puluhan bangunan dibakar.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo, menjelaskan bahwa insiden tersebut dipicu oleh penganiayaan terhadap seorang pendukung paslon 01 oleh massa pendukung paslon 02 di Jalan Poros Kuburan Tujuh. Korban meninggal dunia akibat penganiayaan tersebut.
Baca Juga: Lapas Cikarang Terendam Banjir, Dirjen PAS Pastikan Pelayanan 1.451 Warga Binaan Tetap Berjalan
Tidak terima dengan kejadian itu, massa pendukung paslon 01 melakukan serangan balik di sepanjang Kota Mulia, yang berujung pada pembakaran 38 rumah warga dan satu sekolah dasar di Pruleme.
Kapolres Puncak Jaya, AKBP Kuswara, menyatakan bahwa pihaknya bersama pemerintah daerah setempat tengah berupaya meredakan ketegangan dan mencegah meluasnya konflik.
Baca Juga: Gubernur Agustiar Sabran dan Wagub Edy Pratowo Disambut Meriah di Palangkaraya
TNI dan Polri meningkatkan pengawasan untuk mengantisipasi potensi bentrokan susulan serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Situasi saat ini masih dalam pemantauan ketat oleh aparat keamanan, dan diharapkan semua pihak dapat menahan diri serta mengedepankan dialog untuk menyelesaikan permasalahan demi terciptanya perdamaian di Puncak Jaya.
Artikel Terkait
Pemkab Sumedang Luncurkan Aplikasi BERHIDMAT, Permudah ASN Tadarus Al-Qur’an Secara Digital
Polda Jatim Bongkar Sindikat Pengoplosan LPG di Jombang, Empat Pelaku Ditangkap
Pertamina EP Tambun Field dan TNGGP Jalin Kerja Sama Konservasi Surili yang Terancam Punah
Gubernur Agustiar Sabran dan Wagub Edy Pratowo Disambut Meriah di Palangkaraya
Lapas Cikarang Terendam Banjir, Dirjen PAS Pastikan Pelayanan 1.451 Warga Binaan Tetap Berjalan