IFA.id -- Inovasi pemanfaatan limbah plastik sebagai campuran aspal telah diterapkan di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Garut. Program ini berhasil mengolah 431,5 ton sampah plastik menjadi aspal sepanjang 50,2 km sejak 2022 hingga 2023.
Penggunaan aspal plastik ini tidak hanya meningkatkan ketahanan jalan, tetapi juga berkontribusi signifikan dalam pengurangan sampah plastik di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Pemerintah Kabupaten Garut bekerja sama dengan berbagai pihak dalam pelaksanaan proyek ini, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Yayasan Bakti Barito.
Baca Juga: Pemprov Jatim Kembali Gelar Mudik Gratis, Begini Persiapannya
Kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan infrastruktur yang lebih tahan lama sekaligus mengatasi permasalahan sampah plastik yang kian mengkhawatirkan.
Selain manfaat lingkungan, penerapan aspal plastik juga dinilai lebih ekonomis dalam jangka panjang.
Ketahanan jalan yang lebih baik mengurangi frekuensi perbaikan, sehingga menghemat anggaran perawatan infrastruktur.
Baca Juga: Polrestabes Bandung Imbau Sahur On The Road Berfokus pada Ibadah
Masyarakat setempat pun merasakan dampak positif dengan kualitas jalan yang lebih baik, meningkatkan mobilitas dan perekonomian daerah.
Keberhasilan proyek aspal plastik di Garut diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain untuk mengadopsi teknologi serupa.
Dengan demikian, permasalahan sampah plastik dapat ditangani secara efektif sambil meningkatkan kualitas infrastruktur jalan di Indonesia.
Artikel Terkait
Tol Prambanan-Klaten Siap Beroperasi Sebelum Lebaran
PLN Sediakan Listrik Gratis bagi 137 Keluarga Pra-Sejahtera di Jawa Timur
Kemenag Bali Adakan Pemantauan Hilal Awal Ramadan di Pantai Kuta
Polrestabes Bandung Imbau Sahur On The Road Berfokus pada Ibadah
Pemprov Jatim Kembali Gelar Mudik Gratis, Begini Persiapannya