IFA.id -- Di tengah kepadatan perkotaan, Pak Bambang, seorang ketua RT, berhasil mengubah pekarangan rumahnya menjadi kebun hijau yang tak hanya asri, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
Kebun yang dikelolanya kini menjadi sumber bahan pangan segar, tempat belajar, serta contoh nyata bahwa berkebun dapat membawa banyak manfaat, baik secara ekonomi maupun sosial.
Keberadaan berbagai tanaman seperti daun salam, daun pandan, dan jeruk, membuat warga sekitar bebas mengambilnya tanpa biaya.
Hal ini menciptakan budaya gotong royong dan berbagi di lingkungan tersebut.
Baca Juga: Warga Mantrijeron Sulap Sampah Jadi Pupuk, Biopori Jumbo Jadi Solusi Hijau
Bagi Pak Bambang, berbagi hasil kebun adalah bagian dari filosofi hidup perlahan (slow living), di mana kebahagiaan sejati datang dari membantu orang lain.
Tidak hanya tanaman, kebun ini juga memiliki kolam lele dan kandang ayam yang dikelola dengan sistem berkelanjutan.
Bahkan, limbah organik dari kebun digunakan untuk membuat pupuk sendiri, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
Pak Bambang berharap inisiatif ini bisa menginspirasi warga lain untuk mulai berkebun dan memanfaatkan lahan sempit di perkotaan agar lebih produktif.
Artikel Terkait
Bangkit dari Keterpurukan! Mantan Pecandu Kini Berdayakan Petani Miskin
Dari Limbah Jadi Berkah! Peternakan di Bandung Ubah Kotoran Sapi Jadi Energi, Pupuk, dan Pakan
Warga Bandung Sukses Kelola Sampah dengan Integrated Farming
Budidaya Sidat: Peluang Bisnis Menggiurkan dengan Keuntungan Ratusan Juta dalam Setahun
Warga Mantrijeron Sulap Sampah Jadi Pupuk, Biopori Jumbo Jadi Solusi Hijau