Kamis, 4 Juni 2026

Budidaya Sidat: Peluang Bisnis Menggiurkan dengan Keuntungan Ratusan Juta dalam Setahun

- Jumat, 21 Februari 2025 | 16:40 WIB
Mas Wisnu, Pembudidaya Sidat (foto/youtube)
Mas Wisnu, Pembudidaya Sidat (foto/youtube)

IFA.id -- Ikan sidat, yang kerap disalahartikan sebagai belut, ternyata memiliki nilai jual tinggi, terutama di pasar ekspor.

Permintaannya yang besar dari negara seperti Jepang, Korea, dan Vietnam menjadikannya komoditas unggulan dengan harga fantastis.

Di Jepang, sidat sering diolah menjadi kabayaki dan sushi, sehingga harganya terus meningkat.

Mas Wisnu, seorang pembudidaya sidat di Kabupaten Bandung Barat, telah membuktikan bahwa bisnis ini bisa menghasilkan keuntungan besar dengan sistem budidaya yang efisien.

Baca Juga: Warga Bandung Sukses Kelola Sampah dengan Integrated Farming

Dengan modal awal sekitar Rp245 juta untuk membangun 10 kolam yang menampung 5.000 ekor sidat, ia berhasil menciptakan siklus bisnis yang menguntungkan.

Modal tersebut mencakup biaya pembuatan kolam dan peralatan sekitar Rp160 juta, pengadaan bibit Rp25 juta, serta pakan senilai Rp60 juta.

Bibit yang digunakan adalah sidat jenis elver dengan berat awal 10 gram per ekor. Dalam waktu sembilan bulan, ikan dapat tumbuh hingga 250 gram per ekor dengan rasio pakan 2:1—artinya dibutuhkan 2 kg pakan untuk menghasilkan 1 kg daging ikan sidat.

Dengan harga pakan Rp25.000 per kg, total biaya pakan mencapai Rp60 juta. Saat panen, bobot keseluruhan dari 5.000 ekor sidat bisa mencapai 1,25 ton.

Baca Juga: Dari Limbah Jadi Berkah! Peternakan di Bandung Ubah Kotoran Sapi Jadi Energi, Pupuk, dan Pakan

Dengan harga jual Rp300.000 per kg, omzet yang diperoleh mencapai Rp375 juta. Setelah dikurangi modal, keuntungan bersihnya bisa mencapai Rp130 juta dalam satu siklus panen!

Keberhasilan Mas Wisnu tidak lepas dari sistem budidaya yang efisien. Dengan hanya dua mesin untuk sirkulasi dan pencucian air, konsumsi listrik dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain itu, pemilihan kolam yang hemat biaya, seperti kolam semen atau terpal, tetap memungkinkan hasil panen yang optimal.

Keuntungan besar, permintaan pasar yang tinggi, serta efisiensi biaya menjadikan budidaya sidat sebagai peluang bisnis yang menjanjikan bagi siapa pun yang ingin terjun ke dunia perikanan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Shinta Sukmawati Khiran

Sumber: Youtube Tanilink TV

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Catatan Seorang Pengamat Kehidupan

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:49 WIB

Sedekah Anak Yatim: Pintu Rezeki yang Jarang Disadari

Kamis, 27 November 2025 | 09:56 WIB

Terpopuler

X