IFA.id -- Di tengah hiruk-pikuk Kota Bandung, sekelompok warga berinisiatif mengelola sampah secara mandiri melalui sistem pertanian terintegrasi.
Langkah ini lahir dari keresahan terhadap pengelolaan sampah kota yang kerap menjadi polemik.
Banyak warga merasa bahwa tanggung jawab sampah sepenuhnya ada di tangan pemerintah, mengingat mereka sudah membayar iuran kebersihan.
Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya soal iuran, melainkan juga kesadaran kolektif.
Baca Juga: Dari Limbah Jadi Berkah! Peternakan di Bandung Ubah Kotoran Sapi Jadi Energi, Pupuk, dan Pakan
Krisis sampah yang pernah melanda Bandung, dikenal sebagai "Lautan Sampah," menjadi pemicu lahirnya komunitas Jasmin.
Awalnya, komunitas ini hanya berfokus pada pengelolaan sampah anorganik. Namun, seiring waktu, mereka juga mengelola sampah organik dengan metode yang lebih berkelanjutan.
Program Kang Pisman (Kurangi, Pilah, dan Manfaatkan) turut berperan dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari rumah.
Dengan pendekatan door-to-door, anggota Jasmin mengajak warga untuk aktif memilah sampah serta menyediakan wadah khusus untuk mempermudah proses tersebut.
Baca Juga: Bangkit dari Keterpurukan! Mantan Pecandu Kini Berdayakan Petani Miskin
Tak hanya mengurangi limbah, pengolahan sampah organik di kebun Jasmin juga memberikan manfaat bagi pertanian lokal.
Sampah organik diolah menjadi kompos dan pupuk cair yang digunakan untuk menanam sayuran dan buah-buahan.
Metode budidaya magot turut diterapkan untuk mengurai sampah dan menghasilkan pakan ternak berkualitas.
Selain itu, kebun Jasmin juga mengembangkan produk olahan seperti minuman herbal berbahan jahe dan lemon yang ditanam sendiri.
Artikel Terkait
Agrotani Lembang: Pemasaran Satu Pintu untuk Petani Tomat Beef yang Lebih Sejahtera
Habibi Garden: Smart Farming Berbasis IoT, Bertani Lebih Efisien Hanya Lewat Smartphone
Salak Bali: Warisan Pertanian Dunia yang Terjaga Kelestariannya
Bangkit dari Keterpurukan! Mantan Pecandu Kini Berdayakan Petani Miskin
Dari Limbah Jadi Berkah! Peternakan di Bandung Ubah Kotoran Sapi Jadi Energi, Pupuk, dan Pakan