IFA.id -- Persaingan harga yang fluktuatif sering kali menjadi tantangan bagi petani tomat beef di Bandung.
Untuk mengatasi masalah ini, mereka membentuk Agrotani Lembang, sebuah asosiasi yang menerapkan konsep pemasaran satu pintu agar harga lebih stabil dan keuntungan petani meningkat.
Sebelum Agrotani berdiri, harga tomat beef berkisar antara Rp12.000 hingga Rp14.000 per kg, tergantung pasokan yang tidak selalu berkelanjutan.
Baca Juga: Pasangan Ini Terapkan Integrated Farming, Wujudkan Kemandirian Pangan dan Finansial
Akibatnya, petani kerap mengalami kerugian. Namun, sejak asosiasi ini dibentuk pada tahun 2020, seluruh proses mulai dari pembibitan, budidaya, hingga distribusi dikelola secara terstruktur, memastikan pasokan yang stabil dan harga yang lebih kompetitif.
Salah satu inovasi utama Agrotani adalah skema bagi hasil (Shu) sebesar 45% dari total keuntungan tahunan yang dibagikan kembali kepada petani berdasarkan jumlah produk yang mereka setorkan.
Sistem ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga mendorong mereka untuk terus meningkatkan produksi.
Baca Juga: KIS Fruit: Keberhasilan Budidaya Melon Premium dengan Sistem Organik
Saat ini, Agrotani memiliki sekitar 20 anggota dengan total lahan hampir 1 hektar.
Mereka menerapkan sistem tanam bergilir untuk menjaga stabilitas pasokan sepanjang tahun.
Produksi harian mencapai 150 kg, meskipun permintaan pasar masih jauh lebih tinggi, yakni sekitar 500 kg per hari.
Baca Juga: Arif Firmansyah: Bangun Usaha Sampingan dengan 2-3 Jam Sehari, Raup Omzet Ratusan Juta
Dari segi pemasaran, tomat beef Agrotani telah dikirim ke berbagai daerah seperti Cibodas, Bali, dan Tangerang, serta menjadi pemasok untuk beberapa packing house.
Ke depan, mereka menargetkan untuk menjual langsung ke pasar modern guna meningkatkan harga jual dan keuntungan petani.
Artikel Terkait
Sunnah-Sunnah yang Dianjurkan Sebelum Ramadhan untuk Raih Keberkahan dengan Persiapan Optimal
Hikmah Ramadhan untuk Menemukan Ampunan dan Rahmat di Bulan Suci
Arif Firmansyah: Bangun Usaha Sampingan dengan 2-3 Jam Sehari, Raup Omzet Ratusan Juta
KIS Fruit: Keberhasilan Budidaya Melon Premium dengan Sistem Organik
Pasangan Ini Terapkan Integrated Farming, Wujudkan Kemandirian Pangan dan Finansial