Jumat, 17 Juli 2026

Pasangan Ini Terapkan Integrated Farming, Wujudkan Kemandirian Pangan dan Finansial

- Jumat, 21 Februari 2025 | 15:42 WIB
Widodo dan Nurul, pemilik Yoso Farn (foto/youtube)
Widodo dan Nurul, pemilik Yoso Farn (foto/youtube)

IFA.id -- Di tengah dominasi industri besar, pasangan Widodo dan Nurul membuktikan bahwa kemandirian pangan dan finansial dapat dimulai dari rumah.

Melalui Yoso Farm di Kabupaten Klaten, mereka mengembangkan sistem pertanian terpadu atau integrated farming, yang menghubungkan berbagai sektor pertanian dan peternakan dalam satu ekosistem berkelanjutan.

Keputusan untuk kembali ke kampung halaman bermula dari kegelisahan Nurul terhadap industri berbasis kimia saat bekerja di Brunei.

Bersama suaminya, ia merancang konsep pertanian yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan.

Baca Juga: KIS Fruit: Keberhasilan Budidaya Melon Premium dengan Sistem Organik

Yoso Farm kini mengelola berbagai komponen pertanian, mulai dari tanaman pangan, peternakan ayam, budidaya maggot, hingga kolam lele, di mana semua elemen saling mendukung.

Limbah dapur dimanfaatkan sebagai pakan maggot, maggot menjadi sumber pakan ayam dan lele, sedangkan kotoran ternak diolah menjadi pupuk organik untuk menyuburkan tanaman.

Selain menciptakan ketahanan pangan sendiri, Yoso Farm juga aktif mengedukasi masyarakat agar lebih sadar terhadap konsumsi sehat.

Mereka menjual produk seperti pupuk organik, media tanam, dan telur ayam kampung, tetapi lebih dari itu, mereka ingin memberdayakan masyarakat agar mampu memproduksi sendiri kebutuhan pangannya.

Baca Juga: Arif Firmansyah: Bangun Usaha Sampingan dengan 2-3 Jam Sehari, Raup Omzet Ratusan Juta

Nurul menegaskan bahwa kemandirian bukan berarti bekerja sendiri, melainkan membangun ketergantungan yang lebih sehat dengan komunitas sekitar, bukan dengan industri besar.

Melalui sistem pertanian terpadu ini, Yoso Farm telah membuktikan bahwa lahan kecil pun mampu menghasilkan pangan berkualitas, mengurangi ketergantungan pada produk instan, serta menjadi solusi bagi masalah stunting.

Mereka berharap semakin banyak keluarga yang menerapkan konsep serupa, sehingga kesejahteraan dan kemandirian pangan masyarakat semakin meningkat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Shinta Sukmawati Khiran

Sumber: Youtube Tanilink TV

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Catatan Seorang Pengamat Kehidupan

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:49 WIB

Sedekah Anak Yatim: Pintu Rezeki yang Jarang Disadari

Kamis, 27 November 2025 | 09:56 WIB

Terpopuler

X