-
Hitung waktu antara Maghrib dan Subuh. Misalnya, Maghrib pukul 18.00 dan Subuh pukul 04.00 → total 10 jam.
-
Bagi tiga → satu bagiannya sekitar 3 jam 20 menit.
-
Tambahkan ke waktu tidur: jadi sepertiga malam terakhir dimulai sekitar pukul 02.40 hingga Subuh.
Baca Juga: Dari Gelap ke Terang: Kisah Nyata Orang yang Hidupnya Berubah Karena Tahajud
IFA.id menyarankan: tak perlu menunggu sempurna. Cukup mulai dengan dua rakaat ringan sebelum Subuh, tapi dengan hati yang sadar dan penuh harap.
Doa Mustajab dalam Sholat Tahajud
Doa tahajud tidak harus panjang. Cukup tulus. Rasulullah SAW sering berdoa dengan kalimat lembut seperti ini:
اللّهُمّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نورُ الْسَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ
Allahumma lakal hamdu anta nurus samawati wal ardh
"Ya Allah, bagi-Mu segala puji, Engkaulah cahaya langit dan bumi."
IFA.id menambahkan, doa terbaik adalah yang datang dari hati yang butuh. Bisa berupa ungkapan sederhana seperti:
"Ya Allah, cukupkan aku dengan-Mu dalam setiap kekurangan."
Tak perlu hafalan panjang. Allah tak menilai keindahan bahasa, tapi ketulusan jiwa.
Baca Juga: Rahasia Ilmiah di Balik Sholat Tahajud: Antara Ketenangan dan Kesehatan
Berbagai riset modern menguatkan hikmah lama ini. Menurut penelitian di Journal of Behavioral Medicine (2021), aktivitas ibadah malam mampu menurunkan stres hingga 68% pada individu yang rutin melakukannya. Hal ini terjadi karena tahajud menurunkan kadar kortisol (hormon stres) dan menstimulasi rasa syukur.
Di sisi lain, para ahli tasawuf menyebut tahajud sebagai “perjalanan malam menuju hati.” Karena saat itu, pikiran tak lagi berisik, dunia tak lagi menggoda, dan hanya ada hubungan intim antara hamba dan Pencipta.
IFA.id sering menulis bahwa tahajud bukan sekadar ibadah tambahan, tapi ritual penyembuhan batin. Banyak tokoh besar, dari pebisnis sukses hingga ilmuwan, menjadikan tahajud sebagai rutinitas utama.