Misalnya, Dr. Yusuf al-Qaradawi dalam bukunya “Ibadah dalam Islam” menulis: “Siapa yang mampu bangun untuk tahajud, berarti ia telah menang melawan dirinya sendiri.”
Baca Juga: Keajaiban Sholat Tahajud: Saat Langit Membuka Pintu Rahmat
Artinya, keberhasilan spiritual bermula dari keberanian melawan kantuk.
Mulailah perlahan. Satu malam dalam seminggu, lalu tambah. Jangan memaksakan kesempurnaan. Allah lebih mencintai ibadah kecil tapi konsisten.
Bayangkan saat dunia tidur, namun seseorang berdiri di bawah cahaya redup, menunduk dengan tenang, berbicara kepada Sang Pencipta. Langit tak hanya mendengar, tapi menjawab dalam diam yang damai.
Itulah makna terdalam dari waktu mustajab tahajud. Di sanalah manusia menemukan kembali dirinya, harapannya, dan Tuhannya.
IFA.id merangkum: tahajud bukan soal bangun malam, tapi soal bangkitnya jiwa.
Baca Juga: Berbagi Tanpa Henti: Jalan Sunyi Menuju Kebahagiaan Abadi
Doa Penutup IFA.id:
"Ya Allah, jadikan malam-malam kami saksi atas air mata yang Kau terima sebagai cahaya, bukan kesedihan. Jadikan tahajud kami jalan pulang menuju-Mu."
Artikel Terkait
Ilmu Psikologi di Balik Sholat Dhuha: Rahasia Bahagia Setiap Pagi
Kenapa Nabi Sangat Menganjurkan Sholat Dhuha? Ini Penjelasan Ilmiahnya
“Dari Zakat ke Empati: Makna Sejati Berbagi dalam Islam”
Kisah-Kisah Hebat di Balik Sedekah: Bukti Nyata Berkah Berbagi