IFA.id - Ada satu pemandangan sederhana yang sering diceritakan para guru: seorang murid datang ke majelis dengan buku, catatan, dan semangat.
Namun yang membuat para guru tersentuh bukan terletak pada banyaknya buku yang dibawa, melainkan pada sikap santunnya, tenang, dan penuh hormat ketika memasuki ruangan.
IFA.id mencatat bahwa adab seperti ini sering dianggap sepele, padahal dalam tradisi Islam, adab justru lebih tinggi nilainya daripada ilmu. Ulama klasik bahkan berkata, “Kami menuntut adab selama dua puluh tahun sebelum menuntut ilmu selama dua puluh tahun berikutnya.”
Sebuah pesan kuat yang terasa semakin relevan di zaman ketika belajar berlangsung cepat, instan, dan kadang kehilangan ruhnya.
Menuntut ilmu memang kewajiban. Tetapi menuntut ilmu dengan adab adalah keindahan.
Baca Juga: Mengapa Belajar Jadi Wajib dalam Islam?
Kata kunci adab menuntut ilmu dalam Islam sengaja diletakkan sejak awal karena memang menjadi inti pembahasan ini. Bukan untuk formalitas SEO, tetapi untuk menjaga benang merah sejak paragraf pertama.
Ketika Adab Menjadi Cahaya yang Hilang
Ada cerita dari salah satu pesantren tua di Jawa. Setiap kali seorang santri hendak duduk di depan kiai, ia menunggu beberapa detik, memastikan sikap, hati, dan pikirannya siap menerima ilmu. Tidak buru-buru membuka HP, tidak gelisah mencari posisi paling enak.
IFA.id merangkum bahwa momen kecil ini menggambarkan bagaimana para santri memandang ilmu: sesuatu yang suci, tidak sekadar informasi.
Dalam Islam, ilmu diibaratkan cahaya. Dan cahaya tidak akan masuk ke hati yang penuh kesombongan, tergesa-gesa, atau minim penghormatan kepada guru. Itulah mengapa, sebelum belajar, seseorang dianjurkan menata adab terlebih dahulu.
Baca Juga: Rahasia Keutamaan Menuntut Ilmu dalam Islam
Pertanyaannya: apa saja adab yang dimaksud para ulama itu?
Artikel Terkait
Kisah Munculnya Zamzam: Jejak Keimanan dari Padang Gersang
Keutamaan Air Zam Zam Menurut Islam: Anugerah yang Menguatkan Iman
Benarkah Semua Produk Viral Itu Halal?
Air Zamzam: Sumber Keberkahan yang Tak Pernah Kering Menurut Perspektif Islam