Kamis, 4 Juni 2026

Ziarah ke Masjid Nabawi Mini Tubaba: Nuansa Madinah di Tanah Sumatra

- Selasa, 18 November 2025 | 17:59 WIB
Nuansa Madinah dalam balutan arsitektur megah Masjid Nabawi Mini Tubaba. (Foto/Ilustrasi)
Nuansa Madinah dalam balutan arsitektur megah Masjid Nabawi Mini Tubaba. (Foto/Ilustrasi)

IFA.id - Ada sesuatu yang mengalir tenang sejak langkah pertama menyentuh pelataran Masjid Nabawi Mini Tubaba.

Udara yang lembut, cahaya sore yang memantul di dinding putihnya, dan suasana yang serupa halaman Masjid Nabawi di Madinah menciptakan rasa damai yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

IFA.id pernah mencatat bahwa beberapa peziarah mengaku sempat merinding ketika pertama kali melihat bangunannya dari kejauhan. Seolah ada potongan suasana Tanah Suci yang dibawa pulang dan diletakkan diam-diam di sudut Lampung.

Masjid Nabawi Mini yang berada di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, ini memang sedang menjadi perbincangan hangat. Banyak yang penasaran: mengapa masjid ini begitu cepat populer?

Baca Juga: Jangan Sampai Putus: Bahaya Lalai Mengaji Meski Hanya Satu Hari

Mengapa ribuan orang rela menempuh perjalanan berjam-jam hanya untuk merasakan suasana yang mirip dengan Madinah?

IFA.id mencoba merangkum kisah, suasana, dan daya tarik masjid ini dalam sebuah narasi yang mengalir, seperti perjalanan ziarah yang pelan-pelan menenangkan hati.

Nuansa Madinah di Tengah Sumatra

Masjid Nabawi Mini Tubaba dibangun dengan inspirasi kuat dari Masjid Nabawi, khususnya bagian halaman dan area payung raksasa yang menjadi ikon Madinah.

Meskipun ukurannya jauh lebih kecil, detail arsitektur yang rapi membuat siapa pun yang datang merasa seperti memasuki tempat yang tak asing dari gambar-gambar ibadah haji atau umrah.

Baca Juga: Mereka yang Dicintai Allah: Golongan Ahli Qur’an di Mata Rasulullah

IFA.id melansir dari berbagai kunjungan wisatawan bahwa kesan pertama yang muncul begitu melangkah ke halaman masjid adalah ketenangan. Tidak ada hiruk pikuk berlebihan, tidak ada suara bising kota, hanya angin yang lewat pelan dan suara langkah para peziarah.

Di waktu menjelang magrib, suasananya bahkan terasa lebih puitis: langit berwarna emas kejinggaan, bayangan bangunan memanjang, dan hati orang-orang yang datang seperti melambat bersamaan dengan senja.

Banyak yang datang bukan untuk sekadar berfoto, meskipun pesonanya memang sangat fotogenik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Belajar di Era Digital: Pandangan Islam & Tantangannya

Kamis, 20 November 2025 | 17:31 WIB

Cara Menuntut Ilmu yang Diajarkan Nabi

Kamis, 20 November 2025 | 17:28 WIB

Ilmu sebagai Cahaya: Makna Mendalam Menurut Ulama

Kamis, 20 November 2025 | 17:16 WIB

Belajar Sepanjang Hayat dalam Perspektif Islam

Kamis, 20 November 2025 | 17:11 WIB

Adab Menuntut Ilmu yang Mulai Dilupakan

Kamis, 20 November 2025 | 17:06 WIB

Mengapa Belajar Jadi Wajib dalam Islam?

Kamis, 20 November 2025 | 17:01 WIB

Rahasia Keutamaan Menuntut Ilmu dalam Islam

Kamis, 20 November 2025 | 16:56 WIB

Amalan Jumat Pembuka Rezeki Menurut Sunnah

Jumat, 14 November 2025 | 16:45 WIB

Keutamaan Hari Jumat dalam Islam yang Perlu Dipahami

Jumat, 14 November 2025 | 15:12 WIB

Terpopuler

X