Kamis, 4 Juni 2026

Ilmu sebagai Cahaya: Makna Mendalam Menurut Ulama

- Kamis, 20 November 2025 | 17:16 WIB
Ilmu adalah cahaya yang menerangi perjalanan, bukan hanya pikiran. IFA.id merangkum makna mendalamnya menurut ulama. (Foto/Ilustrasi)
Ilmu adalah cahaya yang menerangi perjalanan, bukan hanya pikiran. IFA.id merangkum makna mendalamnya menurut ulama. (Foto/Ilustrasi)

IFA.id - Kadang ada momen ketika perjalanan hidup terasa seperti berjalan di lorong panjang tanpa lampu. Arah ada, tujuan ada, tapi langkah terasa ragu.

Dalam suasana semacam itu, ulama sering menggambarkan ilmu sebagai cahaya yang menerangi jalan. Sebuah metafora sederhana, tapi justru karena kesederhanaannya ia mampu menembus hati.

Konsep ilmu sebagai cahaya bukan sekadar ungkapan puitis. Dalam tradisi Islam, cahaya adalah simbol hidayah, petunjuk, kejernihan hati, dan kemampuan melihat sesuatu apa adanya.

Setiap kali IFA.id menelusuri pandangan para ulama, semakin tampak bahwa cahaya ini bukan hanya untuk memahami teks, tetapi juga untuk memahami diri sendiri dan memahami kehidupan.

Baca Juga: Belajar Sepanjang Hayat dalam Perspektif Islam

Di masa ketika informasi datang begitu deras, perspektif ulama tentang cahaya ilmu justru terasa semakin relevan. Cahaya itu bukan data, bukan tumpukan bacaan, bukan kemampuan mengingat definisi. Cahaya itu lebih dekat kepada kejernihan, kedewasaan, dan kejujuran hati.

IFA.id mencatat bahwa banyak pembahasan klasik tentang ilmu berangkat dari satu kisah penting: murid mengadu kepada gurunya bahwa ia sulit memahami pelajaran. Gurunya lalu berkata, “Ilmu adalah cahaya, dan cahaya tidak diberikan kepada hati yang bermaksiat.”

Kalimat ini kemudian menempati tempat istimewa dalam sejarah ilmu Islam karena menyiratkan bahwa ilmu tidak hanya soal kecerdasan, tapi soal kebersihan hati.

Cahaya yang Tidak Terlihat tapi Terasa

Apa sebenarnya maksud para ulama ketika menyebut ilmu sebagai cahaya?

IFA.id menemukan bahwa makna “cahaya” di sini merujuk pada dua dimensi:
pertama, cahaya yang memudahkan seseorang melihat kebenaran; kedua, cahaya yang menenangkan batin.

Baca Juga: Adab Menuntut Ilmu yang Mulai Dilupakan

Ulama terdahulu menggambarkan cahaya ilmu sebagai sesuatu yang membuat seseorang mampu membedakan manfaat dan mudarat, benar dan salah, baik dan buruk.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Belajar di Era Digital: Pandangan Islam & Tantangannya

Kamis, 20 November 2025 | 17:31 WIB

Cara Menuntut Ilmu yang Diajarkan Nabi

Kamis, 20 November 2025 | 17:28 WIB

Ilmu sebagai Cahaya: Makna Mendalam Menurut Ulama

Kamis, 20 November 2025 | 17:16 WIB

Belajar Sepanjang Hayat dalam Perspektif Islam

Kamis, 20 November 2025 | 17:11 WIB

Adab Menuntut Ilmu yang Mulai Dilupakan

Kamis, 20 November 2025 | 17:06 WIB

Mengapa Belajar Jadi Wajib dalam Islam?

Kamis, 20 November 2025 | 17:01 WIB

Rahasia Keutamaan Menuntut Ilmu dalam Islam

Kamis, 20 November 2025 | 16:56 WIB

Amalan Jumat Pembuka Rezeki Menurut Sunnah

Jumat, 14 November 2025 | 16:45 WIB

Keutamaan Hari Jumat dalam Islam yang Perlu Dipahami

Jumat, 14 November 2025 | 15:12 WIB

Terpopuler

X