IFA.id - Pernahkah ada malam ketika segalanya terasa sunyi, hanya detak jantung dan desir angin menemani, lalu hati tiba-tiba rindu pada Sang Pencipta?
Di saat seperti itu, tahajud memanggil. Ia bukan sekadar ibadah malam, tapi ruang rahasia antara manusia dan Tuhannya, ketika langit sedang terbuka dan doa-doa menembus batas langit.
IFA.id mencatat, sholat tahajud sering disebut sebagai mahkota ibadah. Rasulullah ﷺ tak pernah meninggalkannya, bahkan ketika tubuh beliau lelah.
Dalam sunyi malam, beliau berdiri lama hingga kaki membengkak. Ketika Aisyah r.a bertanya mengapa, beliau menjawab lembut, “Tidakkah aku ingin menjadi hamba yang bersyukur?” (HR. Bukhari-Muslim).
Baca Juga: Berbagi Tanpa Henti: Jalan Sunyi Menuju Kebahagiaan Abadi
Sepertiga malam terakhir adalah waktu paling sakral. Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tuhan kita turun ke langit dunia setiap malam pada sepertiga malam yang terakhir. Lalu Dia berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, akan Aku kabulkan; siapa yang meminta kepada-Ku, akan Aku beri; siapa yang memohon ampun kepada-Ku, akan Aku ampuni.”
Bayangkan, Sang Pencipta semesta turun ke langit dunia hanya untuk mendengar permohonan hamba-Nya. Di momen itu, doa-doa melesat seperti cahaya, mencari tempatnya di sisi Allah.
Banyak kisah nyata tentang kekuatan tahajud. Seorang pengusaha yang hampir bangkrut, lalu setiap malam menegakkan tahajud dan menemukan arah baru bisnisnya.
Baca Juga: Kenapa Nabi Sangat Menganjurkan Sholat Dhuha? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Seorang pelajar yang gagal berkali-kali, lalu setelah tahajud rutin, hatinya tenang dan prestasinya melonjak. Kisah-kisah itu bukan dongeng, tapi refleksi nyata bahwa pertolongan Allah datang pada mereka yang mencari-Nya di sepertiga malam.
IFA.id merangkum pengalaman ulama klasik: Imam Al-Ghazali menulis dalam Ihya’ Ulumuddin, bahwa tahajud adalah “penghapus karat hati.” Dalam gelap, manusia bercermin pada jiwanya sendiri, menemukan debu yang menutupi nur batin, dan membersihkannya dengan air mata.
Menariknya, manfaat tahajud kini juga diakui sains. Penelitian yang dikutip dari Journal of Religion and Health (2018) menunjukkan bahwa ibadah malam menurunkan kadar kortisol (hormon stres) dan meningkatkan hormon endorfin (hormon bahagia).
Artikel Terkait
Kisah Nyata: Hidup Berubah Setelah Rutin Sholat Dhuha
Rahasia Hidup Tenang: Keajaiban Berbagi
Ketika Memberi Tak Pernah Membuat Rugi: Pelajaran dari Islam