Kamis, 4 Juni 2026

Ilmu Psikologi di Balik Sholat Dhuha: Rahasia Bahagia Setiap Pagi

- Sabtu, 11 Oktober 2025 | 16:18 WIB
Seorang muslim yang sedang menengadahkan tangan berdoa dalam sholat dhuha simbol kedamaian batin, keseimbangan jiwa, dan bahagia yang lahir dari kesadaran spiritual setiap pagi. (Foto/Ilustrasi)
Seorang muslim yang sedang menengadahkan tangan berdoa dalam sholat dhuha simbol kedamaian batin, keseimbangan jiwa, dan bahagia yang lahir dari kesadaran spiritual setiap pagi. (Foto/Ilustrasi)

 

IFA.id – Pernah memperhatikan bagaimana suasana hati bisa berubah total hanya karena satu kebiasaan kecil di pagi hari?

Ada orang yang berangkat kerja dengan senyum lebar dan energi positif, sementara yang lain masih bergulat dengan rasa malas dan stres. Salah satu rahasia kebahagiaan pagi itu ternyata sederhana: Sholat Dhuha.

Kebiasaan ini bukan sekadar ibadah sunnah, tetapi sebuah terapi psikologis alami yang telah dibuktikan manfaatnya, baik secara spiritual maupun ilmiah.

IFA.id merangkum berbagai riset dan refleksi yang menjelaskan kenapa Sholat Dhuha bukan hanya amalan, tapi juga mindset training untuk hidup lebih bahagia.

Baca Juga: Keutamaan Sholat Dhuha: Dari Energi Positif hingga Ketenangan Batin

 

Menurut ilmu psikologi modern, waktu pagi adalah periode paling sensitif dalam pembentukan suasana hati. Otak baru saja bangun dari fase istirahat dan membutuhkan stimulus positif agar hormon dopamin (hormon kebahagiaan) dan serotonin (hormon ketenangan) aktif optimal.

Sholat Dhuha dilakukan sekitar pukul 07.00–11.00 pagi, tepat di waktu tubuh mulai aktif memproduksi hormon kortisol secara alami.

Dalam psikologi positif, aktivitas penuh makna di jam-jam ini bisa menjadi “anchor mood”  jangkar emosi yang menentukan stabilitas mental sepanjang hari.

Dan apa aktivitas paling bermakna di pagi hari bagi seorang Muslim? Ya, menyapa Allah lewat Sholat Dhuha.

Baca Juga: Jam Terbaik Sholat Dhuha Agar Doa Cepat Dikabulkan

 

Banyak orang mencari ketenangan lewat meditasi, yoga, atau pernapasan sadar (mindful breathing). Namun, secara esensial, Sholat Dhuha mengandung seluruh elemen meditasi itu—dengan nilai spiritual jauh lebih dalam.

Ketika seseorang berwudhu, ia sedang membersihkan tubuh dan memfokuskan pikiran. Saat berdiri untuk dhuha, otak memasuki gelombang alfa, yaitu fase rileks tapi fokus.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X