IFA.id - Ada satu kebiasaan sederhana yang diam-diam menjadi “rahasia panjang umur” bagi banyak ulama dan praktisi kesehatan Islam: puasa Senin Kamis.
Bukan sekadar ritual ibadah, tapi juga cara menjaga tubuh dan jiwa agar tetap seimbang di tengah kehidupan modern yang serba cepat.
Siapa yang sangka, kebiasaan ringan dua kali seminggu ini ternyata menyimpan manfaat ilmiah luar biasa — dari detoksifikasi tubuh hingga memperbaiki suasana hati.
1. Puasa Senin Kamis dalam Perspektif Sunnah
IFA.id mencatat bahwa Rasulullah ﷺ sangat menganjurkan umatnya untuk berpuasa di hari Senin dan Kamis.
Baca Juga: Dari Ihram ke Ikhlas: Transformasi Diri Setelah Umroh
Dalam sebuah hadis riwayat Tirmidzi disebutkan: “Amalan manusia diperlihatkan kepada Allah pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka amalanku diperlihatkan ketika aku sedang berpuasa.”
(HR. Tirmidzi, no. 747)
Kalimat itu sederhana, tapi maknanya dalam.
Puasa Senin Kamis bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, melainkan juga tentang menyucikan amal dan hati — saat diri sedang dalam keadaan paling tenang dan berserah.
2. Detoksifikasi Alami Tubuh
Puasa, dalam pandangan ilmiah modern, dikenal sebagai metode autophagy proses alami tubuh membersihkan sel rusak dan menggantinya dengan sel baru.
Ketika seseorang berpuasa Senin Kamis secara rutin, sistem pencernaannya mendapat waktu istirahat yang cukup untuk memperbaiki jaringan dan menyeimbangkan enzim.
Baca Juga: Umroh Bersama Keluarga: Menyulam Cinta di Tanah Suci
IFA.id melansir dari jurnal Cell Metabolism (2016), proses autophagy yang terjadi saat berpuasa terbukti:
-
Mengurangi risiko penyakit metabolik seperti diabetes dan kolesterol tinggi.
-
Memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Artikel Terkait
Dari QRIS ke Pahala: Menyentuh Surga Lewat Donasi Digital