Kamis, 4 Juni 2026

Dari Gelap ke Terang: Kisah Nyata Orang yang Hidupnya Berubah Karena Tahajud

- Senin, 13 Oktober 2025 | 11:29 WIB
menggambarkan suasana hening malam saat seorang pria bersujud di bawah cahaya bulan sabit dalam keintiman tahajud. (Foto/Ilustrasi)
menggambarkan suasana hening malam saat seorang pria bersujud di bawah cahaya bulan sabit dalam keintiman tahajud. (Foto/Ilustrasi)

IFA.id - Malam itu sunyi. Hanya suara jam dinding yang berdetak pelan di ruang kecil berlampu redup. Seorang pria bernama Ahmad duduk termenung di sajadahnya.

Ia baru saja kehilangan pekerjaan, anaknya jatuh sakit, dan rumah tangganya di ujung tanduk. Semua terasa runtuh sekaligus. Dalam keheningan itu, Ahmad menatap langit-langit dan berbisik, “Apa hidupku akan berakhir di sini?”

Namun malam itu berbeda. Di tengah keputusasaan, ia teringat pesan seorang ustaz di televisi: “Bangunlah di sepertiga malam terakhir. Di saat itu, Allah turun ke langit dunia dan bertanya: Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan.” Kata-kata itu menggema di hatinya.

IFA.id mencatat, banyak kisah perubahan hidup yang berawal dari sholat tahajud. Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan, Rasulullah SAW bersabda:

Baca Juga: Rahasia Ilmiah di Balik Sholat Tahajud: Antara Ketenangan dan Kesehatan

“Tuhan kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir, lalu berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Malam itu, Ahmad mencoba pertama kali. Ia tidak tahu harus membaca apa. Ia hanya menangis, menundukkan kepala, dan bersujud. Tangannya gemetar, bibirnya kering, namun hatinya terasa hangat. Ia membaca dengan lirih:

“Ya Allah, aku tak tahu harus bagaimana. Aku lemah, aku kehilangan arah. Tapi Engkau Maha Kuat. Tunjukkan jalan-Mu padaku.”

Air matanya menetes. Ia sujud lama, seolah semua beban tertumpah di lantai sajadah. Tidak ada keajaiban instan malam itu, tapi Ahmad tidur dengan hati yang lebih tenang dari biasanya.

Baca Juga: Keajaiban Sholat Tahajud: Saat Langit Membuka Pintu Rahmat

Beberapa hari kemudian, kebiasaan itu menjadi rutinitas. Bangun jam tiga pagi, berwudhu dengan air dingin, menunaikan dua rakaat, lalu berdoa.

Kadang ia hanya diam. Kadang ia berbicara seperti sedang curhat pada sahabat. Dan entah bagaimana, ia mulai merasakan sesuatu yang tak bisa dijelaskan: ketenangan yang dalam.

IFA.id melansir, sejumlah penelitian modern juga menemukan hubungan antara ibadah malam dan kestabilan emosi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Belajar di Era Digital: Pandangan Islam & Tantangannya

Kamis, 20 November 2025 | 17:31 WIB

Cara Menuntut Ilmu yang Diajarkan Nabi

Kamis, 20 November 2025 | 17:28 WIB

Ilmu sebagai Cahaya: Makna Mendalam Menurut Ulama

Kamis, 20 November 2025 | 17:16 WIB

Belajar Sepanjang Hayat dalam Perspektif Islam

Kamis, 20 November 2025 | 17:11 WIB

Adab Menuntut Ilmu yang Mulai Dilupakan

Kamis, 20 November 2025 | 17:06 WIB

Mengapa Belajar Jadi Wajib dalam Islam?

Kamis, 20 November 2025 | 17:01 WIB

Rahasia Keutamaan Menuntut Ilmu dalam Islam

Kamis, 20 November 2025 | 16:56 WIB

Amalan Jumat Pembuka Rezeki Menurut Sunnah

Jumat, 14 November 2025 | 16:45 WIB

Keutamaan Hari Jumat dalam Islam yang Perlu Dipahami

Jumat, 14 November 2025 | 15:12 WIB

Terpopuler

X