IFA.id - Malam itu sunyi. Hanya suara jam dinding yang berdetak pelan di ruang kecil berlampu redup. Seorang pria bernama Ahmad duduk termenung di sajadahnya.
Ia baru saja kehilangan pekerjaan, anaknya jatuh sakit, dan rumah tangganya di ujung tanduk. Semua terasa runtuh sekaligus. Dalam keheningan itu, Ahmad menatap langit-langit dan berbisik, “Apa hidupku akan berakhir di sini?”
Namun malam itu berbeda. Di tengah keputusasaan, ia teringat pesan seorang ustaz di televisi: “Bangunlah di sepertiga malam terakhir. Di saat itu, Allah turun ke langit dunia dan bertanya: Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan.” Kata-kata itu menggema di hatinya.
IFA.id mencatat, banyak kisah perubahan hidup yang berawal dari sholat tahajud. Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan, Rasulullah SAW bersabda:
Baca Juga: Rahasia Ilmiah di Balik Sholat Tahajud: Antara Ketenangan dan Kesehatan
“Tuhan kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir, lalu berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Malam itu, Ahmad mencoba pertama kali. Ia tidak tahu harus membaca apa. Ia hanya menangis, menundukkan kepala, dan bersujud. Tangannya gemetar, bibirnya kering, namun hatinya terasa hangat. Ia membaca dengan lirih:
“Ya Allah, aku tak tahu harus bagaimana. Aku lemah, aku kehilangan arah. Tapi Engkau Maha Kuat. Tunjukkan jalan-Mu padaku.”
Air matanya menetes. Ia sujud lama, seolah semua beban tertumpah di lantai sajadah. Tidak ada keajaiban instan malam itu, tapi Ahmad tidur dengan hati yang lebih tenang dari biasanya.
Baca Juga: Keajaiban Sholat Tahajud: Saat Langit Membuka Pintu Rahmat
Beberapa hari kemudian, kebiasaan itu menjadi rutinitas. Bangun jam tiga pagi, berwudhu dengan air dingin, menunaikan dua rakaat, lalu berdoa.
Kadang ia hanya diam. Kadang ia berbicara seperti sedang curhat pada sahabat. Dan entah bagaimana, ia mulai merasakan sesuatu yang tak bisa dijelaskan: ketenangan yang dalam.
IFA.id melansir, sejumlah penelitian modern juga menemukan hubungan antara ibadah malam dan kestabilan emosi.