IFA.id - Pernahkah menyadari bahwa sinar matahari pagi tak hanya menghangatkan tubuh, tapi juga menenangkan jiwa?
Banyak yang mengira kebahagiaan datang dari hal besar: uang, jabatan, atau pengakuan. Padahal, kadang sumbernya sederhana — dua rakaat sholat dhuha di waktu matahari mulai naik.
IFA.id mencatat, sholat dhuha bukan sekadar ibadah tambahan. Ia adalah “ritual cahaya” yang menyentuh sisi spiritual dan psikologis manusia sekaligus. Dari para nabi, ilmuwan Muslim, hingga para profesional masa kini, semua mengakui: ada kekuatan ajaib di balik kebiasaan sholat dhuha.
Dalam hadits riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
"Di setiap persendian manusia terdapat sedekah setiap harinya. Dua rakaat sholat dhuha mencukupi (sebagai sedekah) itu."
Baca Juga: Jam Terbaik Sholat Dhuha Agar Doa Cepat Dikabulkan
Maknanya dalam: manusia membutuhkan keseimbangan antara aktivitas fisik dan spiritual. Saat tubuh baru mulai beradaptasi dengan ritme pagi, sholat dhuha menjadi “charger” rohani yang menutrisi hati dengan ketenangan.
IFA.id merangkum penelitian dari Harvard Medical School (2021) yang menyebutkan, sinar matahari pagi meningkatkan produksi serotonin hormon kebahagiaan.
Tak heran, banyak yang merasa lebih bersemangat setelah sholat dhuha. Karena selain gerakan fisik, ada aspek mindfulness dan syukur yang bekerja bersamaan.
Siapa yang tak ingin rezekinya lapang? Rasulullah SAW dikenal tak pernah meninggalkan sholat dhuha. Dalam hadits riwayat Ahmad, beliau bersabda:
Baca Juga: Rahasia Rezeki Lancar dari Sholat Dhuha yang Jarang Disadari
"Wahai anak Adam, janganlah engkau lalai dari empat rakaat di awal siangmu, niscaya Aku cukupkan (rezekimu) di sore harimu."
Banyak ulama menafsirkan “dicukupkan rezeki” bukan hanya materi. Ada juga rezeki berupa rasa cukup, hati damai, dan kemudahan dalam urusan.
IFA.id menemukan fenomena menarik: semakin banyak orang modern yang kembali ke kebiasaan dhuha, terutama setelah pandemi.