Dari sisi ruhani, dhuha adalah wujud syukur atas kesempatan hidup. Ia mengajarkan bahwa setiap pagi adalah awal baru, bukan beban. Dengan niat tulus dan ketenangan hati, dua rakaat bisa jadi energi untuk sepanjang hari.
Niat Sholat Dhuha:
أُصَلِّي سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Artinya:
"Aku niat sholat sunnah dhuha dua rakaat karena Allah Ta’ala."
Baca Juga: Doa, Niat & Adab Puasa Senin Kamis: Semua yang Perlu Diketahui
Waktu Pelaksanaan:
Setelah matahari naik (sekitar 15 menit setelah matahari terbit) hingga sebelum masuk waktu dzuhur.
Jumlah Rakaat:
Minimal 2 rakaat, maksimal 12 rakaat (dilakukan dua-dua).
Bacaan Disarankan:
-
Rakaat pertama: Surah Asy-Syams
-
Rakaat kedua: Surah Adh-Dhuha
Doa Setelah Sholat Dhuha (Doa Dhuha Lengkap)
اَللّٰهُمَّ إِنَّ الضُّحٰى ضُحَاؤُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاؤُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ.
اَللّٰهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ، وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ، وَإِنْ كَانَ صَعْبًا فَيَسِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ، بِحَقِّ ضُحَائِكَ، وَبَهَائِكَ، وَجَمَالِكَ، وَقُوَّتِكَ، وَقُدْرَتِكَ، آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ.
Baca Juga: Panduan Praktis Menjalani Puasa Senin Kamis agar Konsisten Sepanjang Tahun
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha itu adalah dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, dan kekuasaan adalah kekuasaan-Mu. Ya Allah, jika rezekiku berada di langit, turunkanlah. Jika di bumi, keluarkanlah. Jika sulit, mudahkanlah. Jika jauh, dekatkanlah. Dengan kebenaran waktu dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu, kekuatan-Mu, dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepadaku sebagaimana Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.”
Bagi sebagian orang, sholat dhuha mungkin terlihat sederhana. Tapi bagi yang menjalaninya, ia adalah “kunci rahasia” menuju hidup yang lebih tenang, fokus, dan penuh rasa syukur.
IFA.id menyimpulkan, dhuha bukan sekadar ibadah pagi ia adalah dialog antara manusia dan Tuhannya, yang mengisi ulang energi batin sebelum dunia menuntut tenaga lahir.
Maka tak heran jika banyak yang berkata, “Barangsiapa menjaga dhuha, Allah akan menjaga hatinya sepanjang hari.”
Artikel Terkait
Dari Ihram ke Ikhlas: Transformasi Diri Setelah Umroh
Manfaat Kesehatan Luar Biasa dari Puasa Senin Kamis yang Belum Banyak Diketahui
Hikmah Spiritual Puasa Senin Kamis: Mendekatkan Diri di Tengah Kesibukan