IFA.id -- Ramadhan di Turki selalu menjadi momen yang penuh berkah dan kebersamaan. Negara yang kaya akan sejarah ini memiliki berbagai tradisi unik yang masih bertahan hingga saat ini.
Dari suara bedug khas hingga buka puasa bersama, setiap sudut Turki menghadirkan suasana Ramadhan yang istimewa. Lalu, apa saja tradisi Ramadhan di Turki yang masih lestari? Simak ulasan berikut!
Baca Juga: Nikmati Kelezatan Sajian Khas Ramadhan dari Berbagai Belahan Dunia!
1. Sahur Dibangunkan oleh Davulcu (Penabuh Drum)
Jika di Indonesia kita mengenal tradisi membangunkan sahur dengan bedug atau pengeras suara masjid, di Turki ada Davulcu—para penabuh drum tradisional yang berkeliling kota. Mereka memainkan davul, drum besar khas Turki, untuk membangunkan warga agar bersiap sahur. Tradisi ini sudah ada sejak era Ottoman dan tetap bertahan hingga kini, terutama di daerah-daerah yang masih kental dengan budaya tradisional.
Fakta Menarik:
-
Davulcu biasanya mengenakan pakaian tradisional Ottoman.
-
Mereka sering menyanyikan bait-bait puitis yang berisi doa dan harapan.
-
Setelah Idul Fitri, masyarakat biasanya memberi tip kepada para penabuh drum sebagai tanda terima kasih.
2. Meriam Ramadhan: Tanda Berbuka yang Ikonik
Saat waktu berbuka tiba, di beberapa kota besar seperti Istanbul dan Ankara, dentuman meriam menandakan waktu Maghrib. Tradisi ini juga berasal dari zaman Ottoman dan terus berlanjut sebagai simbol khas Ramadhan di Turki.
Mengapa Tradisi Ini Masih Ada?
-
Meskipun azan dan teknologi modern sudah ada, meriam Ramadhan tetap digunakan sebagai nostalgia budaya.
-
Suaranya yang khas memberi nuansa khas Ramadhan yang berbeda.
3. Iftar Kolektif: Berbuka Puasa Bersama di Ruang Publik
Di Turki, semangat kebersamaan sangat terasa saat berbuka puasa. Banyak kota menyediakan meja iftar besar di ruang publik yang memungkinkan warga berkumpul dan berbuka bersama, baik yang kurang mampu maupun yang ingin merasakan kebersamaan.
Apa yang Disajikan?
-
Kurma sebagai pembuka puasa.
-
Pide, roti khas Turki yang hanya tersedia selama Ramadhan.